PLTU Lontar Extension Beroperasi September

PLTU Lontar Extension Beroperasi September
Ilustrasi Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU). ( Foto: ANTARA FOTO )
Rangga Prakoso / JAS Jumat, 29 Maret 2019 | 14:32 WIB

Tangerang, Beritasatu.com - PT PLN (persero) mengungkapkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Lontar extension akan beroperasi pada September mendatang. Pembangkit berbahan bakar batu bara itu memiliki daya 1 x 315 megawatt (MW). PLTU Lontar extension merupakan bagian dari program 35.000 MW.

Direktur PLN Regional Jawa Bagian Barat Haryanto WS mengatakan lokasi PLTU Lontar berada dalam kawasan PLTU 3 Banten yang sudah beroperasi. "Progres PLTU Lontar extension 87,68 persen. PLTU ini direncanakan akan mulai beroperasi pada September 2019," kata Haryanto saat mengunjungi proyek Lontar di Tangerang, Jumat (29/3/2019).

Haryanto mengungkapkan investasi PLTU Lontar extension ini mencapai RP 6 triliun. Adapun pendanaannya berasal dari JBIC Jepang. Nantinya pembangkit ini akan menyerap batu bara kalori rendah yang mayoritas berasal dari Kalimantan.

Sedangkan teknologi yang digunakan yakni ultra super critical. Listrik yang dihasilkan akan memperkuat keandalan Sistem Jawa-Bali. "Pembangkit ini mendukung pertumbuhan ekonomi di regional DKI Jakarta dan Banten," ujarnya.

Dikatakannya kebutuhan batu bara untuk PLTU Banten 3 dan Lontar extension mencapai 1,5 juta ton per tahun. Pasalnya kapasitas PLTU Banten 3 yakni 3x315 MW.

Haryanto menerangkan harga beli batu bara merujuk pada ketentuan pemerintah mengenai domestic market obligation (DMO) sebesar US$70 per ton. Harga DMO tersebut sudah ditetapkan pemerintah sejak awal 2018. Penetapan harga ini guna melindungi PLN dari melambungnya harga batu bara dunia.



Sumber: BeritaSatu.com