Perbaiki Kualitas Publikasi, Pemerintah Kerja Sama dengan University of Nottingham
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Perbaiki Kualitas Publikasi, Pemerintah Kerja Sama dengan University of Nottingham

Kamis, 28 Maret 2019 | 12:15 WIB
Oleh : Maria Fatima Bona / IDS

Jakarta, Beritasatu.com - Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti (SDID), Ali Ghufron Mukti menegaskan, jumlah publikasi ilmiah internasional Indonesia secara kuantitas terus mengalami peningkatan. Namun, secara kualitas, hasil penelitian Indonesia masih lemah dan belum memiliki kebaruan atau inovasi.

Untuk itu, ia menyebutkan, ada beberapa strategi untuk meningkatkan kualitas publikasi yang dilakukan Kemristekdikti. Salah satunya, menjalin kerja sama dengan peneliti kelas dunia dan universitas kelas dunia. Ghufron menyebutkan, kerja sama Indonesia dengan sejumlah perguruan tinggi asing ini tidak terlepas dari program mendatangkan diaspora dan World Class Professor. Misalnya, dengan Universitas Nottingham, Inggris.

Menurut Ghufron, kerja sama ini berjalan karena pada program diaspora 2017, terdapat salah satu diaspora yang berkarier di Universitas Nottingham. Ia pun lantas menjadi jembatan kerja sama ini.

"Kerja sama dengan Universitas Nottingham ini dilakukan untuk bidang Teknik, juga bidang lainnya karena mereka memiliki beberapa profesor kelas dunia. Kerja sama ini terjalin karena ada diaspora dari kita, yakni Bagus Muljadi. Dia berprofesi sebagai asisten profesor teknik kimia dan lingkungan di Universitas Nottingham," ujarnya kepada Beritasatu, Rabu (27/3).

Bentuk kerja sama dengan Universitas Nottingham itu berupa mengundang sejumlah profesor dari universitas tersebut untuk dapat mengembangkan kemampuan riset dan analisis para peneliti di Indonesia. Kerja sama ini dimulai dengan seminar hingga rencana riset bersama.

Menurut Ghufron, hasil penelitian yang berkualitas harus dimulai dengan cara dan metodologi yang dipilih. Maka, peneliti Indonesia harus belajar dari universitas yang mampu mengembangkan inovasi pada riset dan publikasi. Pasalnya, riset harus berawal dari konsep, kerangka, hipotesis, dan pembuktian. Kemudian data dikumpulkan, dianalisis, dan baru ditarik kesimpulan.

Yang terjadi saat ini dan menjadi kelemahan peneliti Indonesia, lanjut Ghufron, adalah kemampuan dalam menulis secara saintifik. Pasalnya, tiap rumpun ilmu penulisannya berbeda dengan penulisan pada umumnya, sehingga kualitas publikasi ilmiah Indonesia minim karena terpatok pada tulisan sebelumnya.

Dengan demikian, hasil publikasi internasional Indonesia sulit menghasilkan penelitian berbobot dan inovatif. Para peneliti hanya fokus menghasilkan karya untuk memenuhi ketentuan Permenristekdikti Nomor 44 Tahun 2015 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SN Dikti) yang mewajibkan para lulusan S-2 dan S-3 untuk melakukan publikasi.

Ghufron mengatakan, kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan peneliti kelas dunia ini dapat mendorong dan mengubah kultur pendidikan Indonesia. Pasalnya, salah satu tujuan kerja sama ini adalah untuk memenuhi persyaratan masuk dalam jajaran 500 perguruan tinggi terbaik dunia versi Quacquarelli Symonds (QS) World University Ranking.

"Salah satu kriterianya adalah perguruan tinggi harus melakukan kolaborasi riset dengan ilmuwan kelas dunia. Ilmuwan Indonesia dapat memperoleh ilmu sehingga dapat melakukan publikasi di jurnal-jurnal yang kredibel dimana orang asing biasa menulis," ujarnya.

Ia menyebutkan, sejauh ini Indonesia menjalin kerja sama dengan beberapa negara dengan tujuan meningkatkan riset dan publikasi kedua negara. Khusus kerja sama dengan Inggris, Ghufron menyebutkan, rasio pembiayaan adalah 50:50 dari kedua negara. Selain itu, ada juga penelitian yang didanai lembaga internasional.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan


BERITA LAINNYA

Kepala LAN: Widyaiswara Jadi Garda Terdepan Penyiapan ASN Unggul di Era Digital Learning

Birokrasi meninggalkan cara-cara lama dalam bekerja demi mencapai efektifitas dan efisiensi yang lebih tinggi

NASIONAL | 21 September 2021

PTM di Semarang, 7 Guru dan Siswa Tertular Covid-19

Ada tujuh guru dan siswa dikonfirmasi tertular Covid-19 selama pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) di Semarang

NASIONAL | 21 September 2021

Prihatin Tragedi Kiwirok, Ratusan Nakes Gelar Aksi Bakar Lilin di Jayapura

Para nakes di antaranya berasal dari organisasi IDI, Patelki, HAKLI, Persagi, IBI, IAKMI, IAI dan PPNI.

NASIONAL | 21 September 2021

RIsma Jabarkan Strategi Percepatan Penanganan Kemiskinan

Di hadapan anggota Komite III DPD, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini memaparkan strategi Kemsos mengakselerasi penanganan kemiskinan

NASIONAL | 21 September 2021

Pemuda Papua Sebut Pemimpin Idola, Sandiaga: Saya Hanya Orang Biasa

Salah seorang pemuda terharu dan menegaskan kalau Sandiaga adalah sosok pemimpin idola.

NASIONAL | 21 September 2021

Mendikbudristek Respons Positif Pemberdayaan SAD yang Diusung Universitas Jambi

Mendikbud Nadiem Makarim akan melihat dari dekat pemberdayaan suku anak dalam (SAD) di Sarolangun, Jambi terutama pada aspek pendidikannya.

NASIONAL | 21 September 2021

Napoleon Aniaya Muhammad Kece, Cak Nanto: Main Hakim Sendiri Tidak Dibenarkan

Cak Nanto menyebut tindakan penganiayaan Irjen Napoleon Bonaparte terhadap Muhammad Kece, tidak dapat dibenarkan.

NASIONAL | 21 September 2021

DPR Tetapkan 7 Hakim Agung, Herman Herry: Selamat Bekerja

DPR telah menetapkan tujuh hakim agung dalam rapat paripurna di gedung DPR, Jakarta, Selasa (21/9/2021).

NASIONAL | 21 September 2021

MPR Dukung Langkah TNI-Polri Tumpas KKB

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan mendukung langkah TNI-Polri menumpas KKB di Papua.

NASIONAL | 21 September 2021

Fadli Zon: Pemerintah Harus Memperkuat Alutsista

Fadli Zon mengatakan pemerintah harus lebih keras lagi dalam mempertahankan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) di Natuna Utara.

NASIONAL | 21 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
Wagub Riza Ingatkan Ini kepada PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

Wagub Riza Ingatkan Ini kepada PSI Soal Tudingan Anies Berbohong

MEGAPOLITAN | 3 jam yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings