Rayakan Hari Naw-Ruz

Umat Baha'i di Indonesia Utamakan Semangat Persatuan

Umat Baha'i di Indonesia Utamakan Semangat Persatuan
Umat Baha'i di Indonesia merayakan Hari Raya Naw-Ruz, yaitu perayaan Tahun Baru Baha'i. Pengikut ajaran Baha'i juga mengisi perayaan dengan penuh suka dan kegembiraan. (Foto: Beritasatu Photo / Istimewa)
Feriawan Hidayat / FER Minggu, 31 Maret 2019 | 16:28 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Seluruh umat Baha'i di dunia belum lama ini merayakan Hari Raya Naw-Ruz, yaitu perayaan Tahun Baru Baha'i. Tak jauh berbeda seperti umat-umat lainnya dalam merayakan tahun baru, pengikut ajaran Baha'i juga mengisi perayaan dengan penuh suka dan kegembiraan.

"Perayaan Hari Raya Naw-Ruz adalah perayaan tahun baru umat Baha'i di seluruh dunia yang dirayakan pada tanggal 21 Maret. Perayaan ini didahului dengan puasa selama satu bulan Baha'i, yaitu 19 hari. Pada masa berakhirnya puasa, kita merayakan Tahun Baru Naw-Ruz," terang Anggota Majelis Rohani Nasional Baha’i, dr Nabil A Samandari, dalam keterangan persnya yang diterima Beritasatu.com, Minggu (31/3/2019).

Agama Baha'i

Tahun ini, kata Nabil, umat Baha’i memasuki tahun ke-176 Era Baha'i (EB). Karena ini perayaan suci, tentu umat Baha’i melakukan doa terlebih dahulu membaca tulisan suci, sesudah itu ramah tamah dan merayakan dengan saling berkunjung ke tempat kerabat termasuk dikunjungi juga oleh sahabat-sahabat dari berbagai agama.

"Pesan dari perayaan Hari Naw-Ruz kali ini adalah sesuai dengan visi Bahá'u'lláh yaitu kesatuan dan persatuan umat manusia. Jadi, cinta kasih penting untuk mewujudkan masyarakat yang bersatu bukan hanya komunitas tapi seluruh bangsa Indonesia. Kalau bersatu kita maju, dan kalau terpecah kita akan runtuh," ucap Nabil.

Anggota Majelis Rohani Nasional Baha'i, Benedict Chee, menambahkan,  agama Baha'i sudah lebih dari seratus tahun ada di Indonesia, yakni sejak tahun 1885 dan terbuka bagi siapapun dengan latar agama yang berbeda untuk saling menghormati dan menghargai sesama umat manusia.

Kepala Bidang Kelembagaan Pusat Pendidikan dan Pelayanan Kementerian Agama, Emma Nurmawati, yang turut hadir sebagai undangan dalam perayaan Hari Naw-Ruz, mengatakan, pihaknya mendukung perayaan hari raya seluruh agama.

"Kementerian Agama selalu menghargai perayaan dari masing-masing agama, karena Kementerian Agama adalah pembinaan dan pelayanan kepada semua umat beragama. Jadi, kami juga ikut memberikan dukungan kepada semua teman-teman kiranya dapat selalu bersama membina kedamaian kerukunan di bumi Indonesia ini," ujar Emma.

Selain Kementerian Agama, setiap tahun turut hadir pula perwakilan dari berbagai kementerian-kementerian lain dan lembaga-lembaga negara seperti LIPI, Komnas HAM, Komnas Perempuan, dan lain-lain.

Hal ini merupakan wujud silahturahmi antara umat Baha’i dengan berbagai kalangan dalam rangka bahu membahu untuk menyumbang pada Indonesia yang lebih adil, sejahtera secara jasmani maupun rohani.



Sumber: BeritaSatu.com