Pemerintah Sepakati Upaya Penyelamatan Cycloop di Papua

Pemerintah Sepakati Upaya Penyelamatan Cycloop di Papua
Presiden Joko Widodo (kanan) menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman tentang Rehabilitasi Kawasan Pegunungan Cycloop dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai Sentani, di Bandara Sentani, Jayapura, Senin, 1 April 2019 ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / JEM Selasa, 2 April 2019 | 09:35 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Pemerintah pusat dan daerah di Papua, perguruan tinggi serta elemen masyarakat, membuat nota kesepakatan bersama untuk merawat cagar alam Cycloop secara lebih serius ke depan.

Kesepakatan itu ditandatangani Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional, Pemerintah Provinsi Papua, Pemerintah Kabupaten Jayapura, Pemerintah Kota Jayapura, Universitas Cenderawasih, PT Freeport Indonesia, Dewan Adat Suku, dan Dewan Persekutuan Gereja-Gereja Papua .

Isi nota kesepahaman adalah tentang Rehabilitasi Kawasan Pegunungan Cycloop dan Pemulihan Daerah Aliran Sungai Sentani. Nota kesepakatan ini akan menjadi pedoman bersama dalam mendukung pelaksanaan kegiatan rehabilitasi kawasan pegunungan Cycloop secara terencana, terpadu, dan menyeluruh.

Penandatanganan disaksikan Presiden Joko Widodo dan Gubernur Papua Lukas Enembe, dilakukan di Bandara Sentani, Jayapura, Senin (1/4/2019).

Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan, nota kesepakatan itu akan mensinergikan program dan pelaksanaan kegiatan para pihak dalam rehabilitasi kawasan pegunungan Cycloop.

Sementara itu sesuai komitmen awal yang telah disampaikan oleh Presiden Direktur PT Freeport Indonesia (FI) Tony Wenas, bahwa perusahaan ini selain turut mendukung rehabilitas korban bencana di Sentani, juga turut membantu pemerintah dalam merawat cagar alam Cycloop.

Tony Wenas mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Kepala BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana) Doni Munardo dan Bupati Jayapura Matius Awaitauw untuk penanganan Cycloop ke depan sehingga terlindung dari bencana.

“PT FI telah melakukan diskusi dengan Kepala BNPB Pak Doni Monardo untuk ikut dalam program penanaman kembali pohon dan mendukung pengelolaan secara baik cagar alam Cycloop,” kata Direktur PT Freeport Indonesia (FI) Tony Wenas kepada wartawan di Jayapura.

Direktur PT Freeport Indonesia (FI) Tony Wenas berharap seluruh pemangku kepentingan di Papua dapat bahu membahu mengambil bagian dalam menanggulangi dan mencegah bencana di Cycloop agar tidak terulang lagi.

Sebagaimana diketahui, bencana alam banjir bandang melanda Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu, 16 Maret 2019, menewaskan lebih 100 orang dan 90-an orang hilang. Salah satu penyebab banjir bandang karena rusaknya cagar alam Cycloop akibat perambahan oleh masyarakat.



Sumber: Suara Pembaruan