Jelang Pemilu, Densus Jaring Terduga Teroris JAD

Jelang Pemilu, Densus Jaring Terduga Teroris JAD
Ilustrasi teroris ( Foto: Istimewa )
Farouk Arnaz / WBP Kamis, 4 April 2019 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Densus 88 Mabes Polri bersama Satgas Antiteror yang ada di sejumlah polda semakin rajin menangkap terduga teroris. Polda Jawa Barat (Jabar), Jawa Tengah (Jateng), dan Jawa Timur (Jatim) menangkap beberapa pelaku jaringan teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

“Ini bermula dengan pengungkapan kasus terorisme di Sibolga (Sumut) kemudian pada 28 Maret 2019 juga dilakukan penangkapan terhadap tersangka W alias Sahid di Bandung,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dedi Prasetyo mengatakan, hasil keterangan W berkembang ke beberapa tersangka lain termasuk—yang paling krusial—pengejaran terhadap seseorang berinisial A yang mengoordinir beberapa sleeping cell. “A ini bukan hanya sekali melakukan tindak terorisme, tetapi dia sudah beberapa kali dan sudah divonis terkait masalah di Solo, dan juga ada keterlibatan di Surabaya. Dia sekarang lagi dikejar,” sambung Dedi Prasetyo.

Penyidik masih mencari barang bukti yang diduga akan digunakan untuk amaliyah dengan sasaran aparat keamanan. Dedi Prasetyo menyebut dari kelompok ini, ada 6-8 orang di Jabar, Jatim, dan Jateng dimana sebagian sudah ditangkap. “Kita memitigasi secara maksimal potensi serangan yang dilakukan oleh kelompok mereka, baik mereka melakukan serangan secara lone wolf maupun dengan kelompok kecil. Ini harus diantisipasi bersama,” sambung Dedi Prasetyo.

Namun Dedi Prasetyo membantah penangkapan teroris ini ada kaitannya dengan pemilu. Mereka menargetkan aparat keamanan terkait masalah ideologi dan radikalisme karena terganggu dengan penegakan hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. “Mereka juga akan melakukan fai. Sasarannya kendaraaan pengangkut uang yang mengisi ATM di Jawa Timur. Setelah mendapatkan modal, mereka merencanakan amaliyah baik menggunakan senjata maupun bom,” urai Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi Prasetyo, rencana ini sudah matang mencakup berapa orang yang akan dilibatkan, sasaran kendaraan dan lokasi ATM. Namun sebelum beraksi, W dan jaringannya sudah berhasil dibekuk.



Sumber: BeritaSatu.com