Pengelolaan SMA Negeri CMBBS Bergeser dari Misi

Pengelolaan SMA Negeri CMBBS Bergeser dari Misi
Gubernur Banten Wahidin Halim melakukan inspeksi mendadak ke SMAN Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) di Pandeglang, Banten, Selasa, 2 April 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Laurens Dami )
Laurens Dami / JEM Kamis, 4 April 2019 | 13:58 WIB

Pandeglang, Beritasatu.com - Gubernur Banten Wahidin Halim menilai, pengelolaan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS) telah bergeser dari misi semula. Karena itu, Wahidin meminta Dinas Pendidikan Banten secepatnya membuat konsep dan kajian yang jelas disesuaikan dengan regulasi tentang keberadaan status sekolah CMBBS tersebut.

"Jika memang sekolah khusus ya sekolah khusus. Seperti apa yang bisa membedakan hasil dan kualitas lulusannya dari sekolah umum,” tegas Wahidin Wahidin Halim ketika melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke CMBBS Pandeglang, Banten, Selasa, (2/4).
SMAN CMBBS adalah salah satu sekolah unggulan yang dikelola Pemprov Banten sejak lama. Misi awal pendirian sekolah ini yakni untuk menampung anak-anak yang berprestasi yang berasal dari keluarga tidak mampu.

Menurut Wahidin, sekolah seperti ini harus memiliki metode pendekatan khusus yang terkonsep dengan baik sehingga benar-benar dapat menciptakan anak-anak unggulan di Banten. Selain itu, perlu juga dilihat dari sisi regulasi.
“Kalau memang tidak memungkinkan dapat saja disamakan dengan sekolah negeri pada umumnya dan beroperasi seperti biasanya,” katanya.

Wahidin mengatakan, kalau memang lulusan dari sekolah CMBBS benar-benar unggul dan berprestasi, maka perlu diteruskan dengan pemberian beasiswa sampai ke perguruan tinggi. “Kalau memang tidak ada konsep yang jelas dari Dinas Pendidikan, bisa saja sekolah tersebut ditutup,” tegasnya.

Wahidin menyatakan, Pemprov Banten juga punya program beasiswa dan dapat diprioritaskan bagi siswa/siswi dari CMBBS agar dapat meneruskan sampai perguruan tinggi dan setelah lulus dapat kembali untuk memajukan daerahnya.

"Kembalikan pada tujuan semula dari pendirian sekolah ini, tetap prioritas bagi orang yang tidak mampu tapi pintar dan berbakat. Jika tidak ada konsep yang jelas, tutup saja,” tegas Wahidin.

Sebagai sekolah yang dibentuk dan dibiayai Pemprov Banten, SMAN CMBBS dituntut untuk dapat menghasilkan lulusan-lulusan terbaik dan berkualitas tinggi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi menjelaskan bahwa SMAN CMBBS merupakan sekolah milik Pemprov Banten yang ide pembentukan dan pembiayaannya ditanggung oleh Pemprov Banten.

"Keberadaannya diperuntukkan bagi masyarakat Banten yang kurang mampu tapi memiliki prestasi dan kemampuan sebagai penghafal   Alquran.

Namun, sesuai UU Nomor 23 Tahun 2014, posisi CMBBS saat ini sama seperti sekolah negeri lainnya yang dibiayai pemerintah daerah dengan konsep boarding school. Untuk penganggaran, dalam setahun CMBBS dialokasikan sebesar kurang lebih Rp 5, 5 miliar dan tidak mendapatkan tambahan lagi dari Bosda maupun Bosnas.

“Anggaran tersebut untuk biaya operasional sekolah, honor guru, rekening bulanan seperti listrik, internet serta kegiatan kesiswaan khususnya 14 ekstrakurikuler, diantaranya olahraga dan kesenian. Yang paling besar biayanya untuk biaya makan 3 kali dalam sehari, dan masih dirasakan kurang anggarannya,” ujar Engkos.



Sumber: Suara Pembaruan