Wahidin Halim Mengaku Tak Biasa Buat Pencitraan

Wahidin Halim Mengaku Tak Biasa Buat Pencitraan
Gubernur Banten Wahidin Halim ketika membuka Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Prajabatan CPNS Provinsi Banten di Gedung Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Pandeglang, Banten, Selasa,2 April 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Laurens Dami )
Laurens Dami / JEM Kamis, 4 April 2019 | 14:07 WIB

Pandgelang, Beritasatu.com - Gubernur Banten Wahidin Halim menyatakan bahwa dirinya tidak biasa dan tak bisa membuat pencitraan. Wahidin mengaku selalu tampil apa adanya.

“Saya berasal dari keluarga biasa seperti keluarga lain pada umumnya. Keluarga saya biasa-biasa saja. Saya hanya anak seorang guru yang sederhana. Saya dulu pernah disuruh pulang dari sekolah lantaran belum bayaran. Dan ayah saya tetap memberikan semangat agar saya tetap bersekolah. Saya tidak malu, dan tetap masuk sekolah. Waktu sekolah tidak ada bangku, ayah saya suruh saya bawa meja dari rumah. Dan waktu itu buku tulis saya cuma satu, kalau ada banjir saya amankan bukunya pake seragam, terus gak pake sepatu", kenang Wahidin Halim.

Ungkapan Wahidin Halim itu disambut tepuk tangan dan gelak tawa ratusan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan undangan pada saat membuka Diklat prajabatan CPNS Provinsi Banten di Gedung Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pandeglang Banten, Selasa (2/4).

"Saya dendam dan saya janji kalau saya jadi pemangku kebijakan saya akan bangun sekolahan, supaya tidak harus bawa meja dari rumah", kata Wahidin.

Wahidin mengaku, ketika menjadi wali kota Tangerang dua periode, dirinya bangun 420 sekolah dari SD sampai SMA/SMK dengan standar yang bagus dan bangku-bangku pilihan. Tidak hanya itu, guru-guru samapai penjaga sekolah semua diberikan insentif.

“Makanya saat saya jadi Gubernur saya langsung keluarkan kebijakan untuk gratiskan sekolah, bangun sekolah bahkan hingga beasiswa. "Begitu juga untuk program kesehatan, saya akan bayarin semua warga BPJS-nya. Kalau mau gratis tinggal masuk ke RSUD yang punya Pemprov. Sekarang saya bangun dan saya lengkapi fasilitasnya", ujar Wahidin.

Wahidin Halim juga mengatakan jika dirinya orang yang apa adanya, dan memang dari dulu dididik sederhana. “Saya dulu sering angon kebo (menggembala kerbau-Red)", kata Wahidin.

"Saya orang yang tidak bisa pencitraan. Di mata saya kalau salah ya salah, kalau benar ya benar. Dan saya harus konsisten menjalankan amanah,” kata Gubernur Banten Wahidin Halim.

Wahidin mengklaim, sejak dirinya memimpin Banten, sejumlah prestasi telah diraih seperti predikat WTP dari BPK dan pengelolaan keuangan terbaik, pengakuan kepatutan dari Ombudsman RI. Selain itu, mendapat penghargaan dari pemerintah pusat sebagai gubernur yang Inovatif.

“Kami tengah membenahi dan membangun jalan di seluruh wilayah Banten. Saat ini sudah hampir 90 % jalan dan jembatan yang menjadi tanggung jawab Provinsi Banten telah diperbaiki. Sekarang, kalau mau ke Anyer atau ke Carita bisa lewat mana saja, silakan dicoba. Mau lewat Pandeglang, lewat Ciomas, lewat Padarincang, atau lewat jalur biasa ke Cilegon, semua sudah bagus", ujar Wahidin.



Sumber: Suara Pembaruan