Atasi Krisis Air Bersih di Huntara, Kementerian PUPR Diminta Bangun Sumur Bor

Atasi Krisis Air Bersih di Huntara, Kementerian PUPR Diminta Bangun Sumur Bor
Hunian sementara (huntara) yang dibangun atas inisiatif warga korban bencana di lokasi pengungsian Kelurahan Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng). ( Foto: Beritasatu Photo / John Lory )
Laurens Dami / JEM Kamis, 4 April 2019 | 14:22 WIB

Palu, Beritasatu.com - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah (Sulteng) Bartolomeus Tandigala mengatakan, penyediaan air bersih di seluruh hunian sementara (huntara) korban bencana gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, perlu dicarikan solusi jangka panjang salah satunya dengan menyediaan sumur-sumur bor.

Bartolomeus mengemukakan, upaya pemenuhan air bersih untuk pengungsi di huntara tidak bisa terus-menerus hanya menggunakan mobil-mobil tangki yang didistribusikan setiap hari.

"Kawan-kawan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) harus berupaya memfungsikan sumur-sumur bor yang dibuat untuk memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi. Mudan-mudahan teman-teman dari PUPR dapat menyikapinya. Ini sudah saya sampaikan di depan perwakilan sejumlah NGO (Non Goverment Organization), camat, dan lurah yang hadir dalam rapat evaluasi penanganan pascabencana Kota Palu di kantor wali kota Palu, baru-baru ini,” kata Bartolomeus, Kamis (4/4/2019).

Menurut dia, pendistribusian air bersih dengan cara hanya menggunakan mobil tangka air seperti sekarang, tidak dapat memenuhi kebutuhan air bersih para pengungsi di huntara untuk jangka panjang.

Sebelumnya, Wali Kota Palu Hidayat meminta kepada seluruh camat dan lurah yang memiliki huntara di wilaah administratifnya agar dapat mengupayakan pemenuhan air bersih bagi pengungsi di seluruh huntara yang ada di wilayahnya.

"Saya minta kalau bisa dibuatkan sumur bor di setiap huntara agar tidak perlu lagi menunggu air bersih dari mobil-mobil tangki pengangkut air yang dibawa," pintanya.

Selain lebih efisien, katanya, cara tersebut lebih praktis dan tentunya dapat memenuhi kebutuhan air bersih pengungsi di seluruh huntara di Kota Palu. Mengingat jatah air bersih yang diantar oleh mobil tangki pengangkut air bersih oleh Kemeterian PUPR disamaratakan sementara kebutuhan air bersih pengungsi di setiap huntara berbeda-beda.



Sumber: Suara Pembaruan