Tangkap Bibit Lobster, 16 Nelayan Kaur Diamankan

Tangkap Bibit Lobster, 16 Nelayan Kaur Diamankan
Ilustrasi nelayan ( Foto: Istimewa )
Usmin / JEM Kamis, 4 April 2019 | 14:39 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Tim Fleet One Quick Response (F1QR) Komando Armada (Koarmada) beranggotakan TNI Angkatan Laut Lanal Bengkulu, Dinas Keluatan dan Perikanan (DKP) dan Stasiun Karentina Ikan setempat menangkap 16 orang nelayan Desa Pasar Lama, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu, karena menangkap bibit lobster di pantai Muara Sambat dan Pantai Parda Suka.

Komandan TNI Angkalan Laut (Danlanal) Bengkulu, Letkol (P) M Adri Wahyu Sudrajat, di Bengkulu, Kamis (4/4/2019), membenarkan anggotanya bersama Tim F1QR mengamankan sebanyak 16 orang nelayan yang melakukan penangkapan banur atau bibit lobster di Pantai Muara Sambat dan Pantai Parda Suka, Kecamatan Kaur Selatan, Kabupaten Kaur, Selasa (2/4/2019) lalu.

Ia mengatakan, para nelayan di Kabupaten Kaur, sudah diingatkan Lanal Bengkulu dan instansi terkait, agar tidak menangkap bibit lobster karena dilarang oleh undang-undang. Namum, para nelayan tetap nekad menangkap bibit lobster yang masih mudah tersebut.

Hal ini terbukti Tim F1QR berhasil mengamankan sebanyak 16 orang nelayan yang terbukti menangkap bibit Lobster yang masih mudah tersebut. Dalam operasi pencegahan penangkapan bibit lobster melibatkan 22 anggota Lanal Bengkulu.

Dijelaskan, 16 nelayan warga Kecamatan Kaur Selatan ini, ditangkap anggota Lanal Bengkulu, ketika mencari bibi lobster di kawasan Pantai Muara Sambat dan Parda Suka dengan cara menebar waring di tengah laut.

Selain mengamankan sebanyak 16 orang nelayan, petugas Lanal Bengkulu juga mengamankan 16 unit perahu dan 30 ekor bibit lobster hasil tangkapan para nelayan tersebut.

Selanjutnya para nelayan bersama barang bukti langsung diamankan di kantor Pos TNI AL di Linau. Namun, para nelayan tidak ditahan dan diproses hukum kecuali diminta membuat surat perjanjian tidak menangkap banut lobster lagi.

"Jadi, 16 orang nelayan yang menangkap banur lobster yang kita tangkap tidak diproses hukum dan hanya diberikan pembinaan dan membuat surat pernyataan tidak menangkap banur lobster lagi di kedua kawasan pantai tersebut," ujarnya.

Danlanal Bengkulu menambahkan, barang bukti yang disita petugas TNI AL dari para nelayan tersebut, saat ini masih diamankan di Pos TNI AL Linau. Sedangkan bibit lobster sebanyak 30 ekor akan dilepaslairkan kembali ke laut.

Lanal Bengkulu dan instansi terkait di daerah ini, akan terus menggelat operasi penertiban penangkapan banur lobster di kawasan perairan laut Kabupaten Kaur. Jika masih ditemukan nelayan menangkap banur lobster dipastikan mereka akan diproses secara hukum.

Sebab, Lanal Bengkulu dan instansi terkait sudah mengingatkan agar nelayan tidak boleh menangkap banur lobster, tapi bila peringatan dilarang maka mereka harus diproses sesuai hukum yang berlaku, katanya.



Sumber: Suara Pembaruan