Panen Raya Padi, Megawati Minta Anak Muda Mau Jadi Petani Modern

Panen Raya Padi, Megawati Minta Anak Muda Mau Jadi Petani Modern
Megawati Soekarnoputri saat menghadiri panen raya padi Mari Sejahterakan Petani (MSP) di Indramayu, Jawa Barat, Kamis, 4 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Kamis, 4 April 2019 | 14:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, meminta anak-anak muda milenial untuk tak ogah menjadi petani. Baginya, daripada menjadi kaum urban dan menjadi buruh di pabrik, lebih baik mengolah lahan pertanian.

Hal itu diungkap Megawati dalam pidatonya di hadapan lebih dari 1.000 orang petani di Indramayu, Jawa Barat, yang akan melakukan panen raya padi Mari Sejahterakan Petani (MSP).

Megawati bercerita, dirinya pernah bertanya ke anak-anak muda soal alasan pergi ke kota dibanding mengolah lahan pertanian. Jawabannya adalah karena bertani sangat melelahkan dibanding menjadi buruh di perkotaan.

Sementara bagi Megawati, yang dilupakan adalah secapek-capeknya bertani, tetapi dia adalah pemilik lahannya. Lagipula, dibanding dengan beratnya perjuangan pendiri bangsa memperoleh kemerdekaan, kerja bertani belum terlalu berat.

"Tentu capek, tapi nikmat karena tanahnya milik sendiri," kata Megawati.

Memang ada kendala pertanian Indonesia. Kata Megawati, belum banyak penelitian yang benar-benar fokus, misalnya demi menemukan padi yang jumlah bulirnya saja bisa dipastikan.

Dirinya mengaku sudah bicara dengan Presiden Jokowi soal hal itu dan sejumlah langkah perbaikan sedang dikerjakan. Karena di lokasi panen raya itu hadir Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Megawati sekaligus mengingatkannya soal pentingnya penelitian tersebut. Sehingga masyarakat, khususnya anak muda, tetap tertarik untuk menjadi petani.

Diingatkan Megawati agar pemerintah jangan mudah memberi izin pengalihan lahan persawahan. Dia ingatkan, dahulu jaman penjajahan Belanda, petani Bekasi-Karawang melakukan pemberontakan. "Karena Belanda akan mengubah persawahan. Kenapa? Kalau sawah diubah, mau makan apa? Mau makan rumah?" ujar Megawati.

Nah, kembali ke anak muda, Megawati memberi tips agar menjadi petani lebih ringan. Dia menyarankan untuk membentuk kelompok tani sehingga pemerintah lebih mudah dalam memberi bantuan.

"Kelompok tani. Kenapa? Suara solid supaya kerjanya sekian hektare dipegang kelompok tani ini. Pemerintah hanya bilang ini ada bibit yang menurut kami bagus. Tinggal kalian (petani muda, red) pilih mau ditanam di mana," ujarnya.

Satu lagi yang diingatkan Megawati, agar produk pertanian Indonesia jangan buru-buru diekspor. Biarkan produk sendiri dikonsumsi oleh rakyat sendiri. Sisanya baru diekspor.

"Sisanya baru diekspor. Dengan demikian harga gabah stabil," imbuh Presiden Kelima RI itu.

Usai berpidato, Megawati melakukan pemanenan simbolik padi MSP bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Ketua DPD PDIP Jabar Tubagus Hasanuddin, dan sejumlah caleg partai itu. Hadir juga pemulia padi MSP Surono Danu



Sumber: BeritaSatu.com