Amien Rais Sempat Terkejut Tahu Ratna Dianiaya

Amien Rais Sempat Terkejut Tahu Ratna Dianiaya
Terdakwa kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax Ratna Sarumpaet mencium tangan Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais (kiri) selaku saksi bersalaman dengan dalam sidang lanjutan di PN Jakarta Selatan, Jakarta, Kamis (4/4/2019). Sidang tersebut beragendakan mendengarkan keterangan dari empat orang saksi salah satunya yaitu Amien Rais. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Bayu Marhaenjati / JAS Kamis, 4 April 2019 | 15:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Amien Rais mengaku, sempat shock ketika mengetahui Ratna Sarumpaet mengalami penganiayaan melalui pemberitaan di media online. Hal itu, disampaikan Amien dalam sidang lanjutan kasus berita bohong atau hoax, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini.

"Saya sempat shock bagaimana seorang tokoh aktivis perempuan dianiaya seperti itu. Ya saya buru-buru mencari Pak Prabowo (Subianto)," ujar Amien Rais, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

Pada awal persidangan, Amien menyampaikan, mengetahui berita Ratna Sarumpaet dianiaya ketika membuka media online. "Waktu itu juga saya lihat di YouTube, saya lihat wajahnya Mbak Ratna memang seperti kena penganiayaan berat. Kemudian, saya menghubungi teman-teman Gerinda mau bicara sama Pak Prabowo, apakah sudah tahu Mbak Ratna dianiaya seperti itu," ungkapnya.

Amien, kemudian mendapatkan kabar kalau Prabowo telah mengetahui dan akan bertemu dengan Ratna di Nusantara Polo Club, Bogor. Lalu, Amien pun datang ke sana sekitar pukul 15.00 WIB, tanggal 2 Oktober 2018.

"Kemudian di situ saya bertemu saudara Ratna Sarumpaet yang datang lebih dulu, yang keadaannya memang seperti tertekan, kemudian mengatakan untuk berbicara itu tidak bisa lancar, karena ada gangguan di rahang. Saya mengatakan, 'Mbak sudah nggak usah bicara. Tenang saja-tenang saja'," kata Amien Rais.

Tak lama kemudian, kata Amien Rais, Prabowo datang dan menanyakan perihal apa yang telah dialami Ratna Sarumpaet. Sejurus kemudian, Ratna menyampaikan telah mengalami penganiayaan di Bandung.

"Karena itu, maka hari itu juga jadi kami sedikit kaget, lantas membuat press conference di Kartanegara. Saya mendampingi bersama beberapa orang lainnya. Tentang imbauan agar kasus yang menimpa Ratna Sarumpaet mendapatkan penanganan yang adil sesuai dengan hukum yang berlaku," jelas Amien.

"Intinya Pak Prabowo sebagai pemimpin, orang nomor satu di Koalisi Adil Makmur itu merasa ada kewajiban moril setelah mendengar laporan dan melihat langsung Bu Ratna di Polo itu, untuk memberitahukan kepada khalayak bahwa telah terjadi penganiayaan," tambahnya.

Tapi, ungkap Amien, pada malam harinya dirinya membaca berita di media online, tentang penyelidikan polisi yang menyatakan Ratna mengalami bengkak di bagian wajah karena operasi.

"Saya buka lagi Detik.com, ternyata ada pesan dari kepolisian yang sangat meyakinkan bahwa Mbak Ratna Sarumpaet itu pergi ke klinik perawatan wajah," katanya.

Esok harinya, Amien lantas, menuju kediaman Prabowo, di Hambalang, Bogor. Kemudian, meminta Ustaz Sambo dan Nanik S Deyang melihat kondisi Ratna dan mencaritahu apa yang sebenarnya terjadi. Selanjutnya, pada sore hari Ratna menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kalau telah memproduksi cerita bohong soal wajah lebamnya.

"Yang jelas beliau mengatakan minta maaf. Jadi kejadian yang cepat sekali ini, memang saya lantas memahaminya sulit, apa yang terjadi. Setelah itu kami mendoakan supaya Mbak Ratna Sarumpaet, karena musibah ini, tetapi mendapatkan proses ini secara adil dan bisa keluar dari musibah ini dengan sebaik-baiknya," kata Amien.

Amien menuturkan, pada malam harinya, Prabowo kembali menggelar jumpa pers untuk meminta maaf. "Malam harinya, pak Prabowo minta maaf telah membuat press conference, yang ternyata yang kena musibah (Ratna) minta maaf, jadi kami juga minta maaf," tandasnya.



Sumber: BeritaSatu.com