Bamsoet: Ulama dan Santri Harus Menjadi Penyejuk

Bamsoet: Ulama dan Santri Harus Menjadi Penyejuk
Ketua DPR Bambang Soesatyo ( Foto: Beritasatu TV )
Hotman Siregar / FER Kamis, 4 April 2019 | 16:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua DPR yang juga politisi Partai Golkar, Bambang Soesatyo (Bamsoet), mengapresiasi sikap para kiai dan santri yang telah menjadi penyejuk ditengah suasana kebangsaan yang semakin menghangat akibat Pemilu 2019. Kehadiran kiai dan santri di tengah masyarakat bukan hanya telah mengajarkan bagaimana menggapai kehidupan akhirat saja, tetapi juga menjadi teladan bagaimana membangun hubungan yang baik antar sesama manusia.

"Hubungan secara vertikal manusia kepada Allah dan hubungan secara horizontal sesama manusia harus dijalankan dengan selaras. Jangan karena akibat Pemilu, kita politisasi agama dan mengatasnamakan Tuhan hanya untuk memuaskan nafsu kekuasaan. Ingat, sebagai makhluk paling sempurna yang diciptakan Tuhan Yang Maha Esa, manusia seharusnya menunjukan perilaku yang beradab. Bukan perilaku yang merusak dan tidak bermoral," ujar Bamsoet usai acara Istiqhosah Forum Kiai dan Santri Kabupaten Kebumen (FKSK) dalam siaran persnya yang diterima Beritasatu.com, di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dalam forum yang diadakan sebagai ajang silaturahmi dan istighotsah ini juga dilangsungkan 'Deklarasi Seribu Kiai dan Santri Kabupaten Kebumen' mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019. Dukungan tersebut datang sebagai wujud kecintaan dan apresiasi para kiai dan santri atas berbagai capaian yang telah dilakukan oleh Presiden Jokowi selama memimpin Indonesia pada periode 2004-2009.

Turut hadir dalam acara ini antara lain Kiai Nasir Ghozali (Pondok Pesantren Lirboyo Kediri), Kiai Bahmad (Ponpes Pesantren Sarang Kediri), Kiai Badrudin Zein (Pondok Pesantren Sarang Rembang), Kiai Masdar (Pondok Pesantren Api Tegalrejo Magelang), Kiai Mudzakir (Pondok Pesantren Mbendo Pare Kediri), Gus Mahin (Pondok Pesantren Jampes Kediri), Kiai Lutfi Imam (Pondok Pesantren Darusalam Watucongol Magelang), Kiai Agus Susanto (Pondok Pesantren An Nawawi Berjan Purworejo), Gus Fachrudin (Pondok Pesantren Al Kahfi Kebumen), Kiai Juned (Pondok Pesantren Al Huda Jetis Kebumen), Kiai Bustomi (Pondok Pesantren Al Hasani Kebumen), Halimah Nurhayati (Tim Pemenangan Daerah Jokowi - KH Maruf Amin) serta kiai dan santri dari pondok pesantren lain di Kebumen.

Legislator Dapil VII Jawa Tengah yang meliputi Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, dan Kebumen ini menjelaskan, dukungan yang datang dari para kiai dan santri ini membuktikan bahwa tuduhan pemerintahan Presiden Jokowi anti islam tidaklah benar. Tuduhan tersebut tidak lebih dari berita bohong (hoax) dan ujaran kebencian (hate speech) yang ditunjukan oleh berbagai pihak yang panik karena tidak mampu menyaingi kinerja Presiden Jokowi dalam memajukan Indonesia.

"Walaupun banyak didukung oleh para kiai dan santri, namun pasangan Jokowi - KH Maruf Amin tidak akan menggunakan cara-cara kotor mempolitisasi agama. Karena itu, para pendukung juga harus menjaga kondusifitas masyarakat, sehingga jangan sampai terjadi gejolak apalagi benturan. Kita tunjukan bahwa Islam adalah Rahmatan Lil Alamin," tutur Bamsoet.

Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga mengajak masyarakat agar mewujudkan dukungan yang sudah dideklarasikan dengan secara langsung mendatangi Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada 17 April 2019 nanti. Karena terpilih atau tidaknya pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin akan ditentukan bukan dari seberapa banyak deklarasi yang dilakukan, melainkan dari seberapa banyak pendukung yang menggunakan hak pilihnya.

"Pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin adalah pemimpin yang sudah teruji dan terbukti track record-nya. Kalau sudah ada yang teruji, buat apa pindah ke lain hati. Tanggal 17 April nanti, coblos pasangan Capres Jokowi-Ma'ruf Amin, untuk Indonesia yang semakin sejahtera, Indonesia menang, maju bersama,” pungkas Bamsoet.



Sumber: Suara Pembaruan