Amien Rais: Ada Petinggi yang Hoaxnya Lebih Dahsyat daripada Ratna Sarumpaet

Amien Rais: Ada Petinggi yang Hoaxnya Lebih Dahsyat daripada Ratna Sarumpaet
Terdakwa kasus hoax Ratna Sarumpaet (kanan) mencium tangan Amien Rais di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, 4 April 2019. ( Foto: Antara )
Aichi Halik / AHL Kamis, 4 April 2019 | 17:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais mengungkap ada petinggi di negara ini yang kasus hoaxnya lebih berbahaya dibandingkan dengan kasus hoax Ratna Sarumpaet.

Namun, Amien Rais enggan menyebut nama pejabat atau petinggi yang dimaksud.

"Saya minta supaya keadilan ditegakkan. Kalau (Ratna) Sarumpaet karena hoax seperti itu disuruh keluar masuk kepolisian dan kejaksaan, maka saya minta keadilan andaikata ada seorang petinggi di negeri ini yang jika semua hoaxnya itu dikumpulkan saya kira ratusan kali lebih dahsyat daripada (kasus) Ratna Sarumpaet ini," kata Amien Rais kepada wartawan usai bersaksi dalam sidang Ratna Sarumpaet di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (4/4/2019).

"Yang adillah, jangan mentang-mentang orang kecil kemudian ditindas," imbuh Amien.

Selain minta keadilan ditegakkan, Amien mengaku kecewa dengan Ratna Sarumpaet. Hal itu dia ungkapkan saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus penyebaran hoax penganiayaan Ratna.

"Saya kecewa berat. Mungkin ada kekuatan spritual atau apa jadi pikirannya enggak logis," kata Amien saat bersaksi.

Selain Amien Rais, jaksa juga mendatangkan tiga saksi lainnya yaitu Andika, Yudi Andrian, dan Eman Suherman. Ketiganya merupakan demonstran Lentera Muda Indonesia yang menggelar konpers Jaringan Aktivis Lintas Generasi di Dunkin Donuts Menteng, 2 Oktober 2018 silam.

Aksi demo tersebut untuk menyikapi terjadinya tindak kekerasan yang dialami oleh Ratna.

Sejauh ini, JPU telah memanggil 10 saksi. Tiga dari unsur kepolisian, tiga dari RS Bina Estetika tempat Ratna operasi plastik, tiga orang staf pribadi Ratna, serta Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Nanik S Deyang.



Sumber: BeritaSatu TV