KPK Bantarkan Penahanan Rommy di RS Polri

KPK Bantarkan Penahanan Rommy di RS Polri
Febri Diansyah. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / MPA Kamis, 4 April 2019 | 18:14 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantarkan penahanan mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Romahurmuziy alias Rommy di Rumah Sakit (RS) Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur. KPK membantarkan penahanan Romy yang menyandang status tersangka kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama (Kemag) itu sejak Selasa (2/4/2019) lalu.

"Yang bersangkutan (Rommy) sedang dalam proses pembantaran di RS Polri dari tanggal 2 April 2019," kata Jubir KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Kamis (4/4).

Febri enggan menyebut sakit yang diderita Rommy hingga penahanannya dibantarkan. Febri hanya menyatakan, berdasarkan pemeriksaan tim dokter, Romy membutuhkan perawatan di rumah sakit. "Dari pemeriksaan dokter di KPK, penanganannya perlu dilakukan di luar rutan," kata Febri.

Selama masa pembantaran tersebut, masa penahanan Rommy yang seharusnya ditahan di Rutan belakang Gedung Merah Putih KPK tidak dihitung. Pada hari ini, tim penyidik memperpanjang masa penahanan dua tersangka lainnya kasus jual beli jabatan di Kemag, yakni Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin. Masa penahanan kedua tersangka diperpanjang selama 20 hari terhitung sejak 4 April 2019 hingga 24 April 2019.

"Hari ini dilakukan perpanjangan masa penahanan yang pertama selama 20 hari untuk kedua tersangka," kata Febri.

Diberitakan, KPK menetapkan Rommy bersama Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kakanwil Kemag Provinsi Jatim, Haris Hasanuddin sebagai tersangka kasus dugaan suap jual beli jabatan di lingkungan Kemag. Muafaq dan Haris diduga telah menyuap Rommy untuk mengurus proses lolos seleksi jabatan di Kemag. Muafaq mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemag Kabupaten Gresik dan Haris mendaftar sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Pada 6 Februari 2019, Haris mendatangi kediaman Rommy dan menyerahkan uang sebesar Rp250 juta untuk memuluskan proses seleksi ini sesuai kesepakatan. Saat itu, KPK menduga telah terjadi pemberian suap tahap pertama.

Namun, pada pertengahan Februari 2019, pihak Kemag menerima informasi bahwa nama Haris Hasanuddin tidak lolos seleksi untuk diusulkan ke Menteri Agama karena pernah mendapatkan hukuman disiplin.
KPK menduga telah terjadi kerja sama antara pihak-pihak tertentu untuk tetap meloloskan Haris Hasanuddin sebagai Kakanwil Kemag Provinsi Jatim.

Selanjutnya, Haris Hasanuddin dilantik oleh Menag sebagai Kakanwil Kemag Jatim pada awal Maret 2019. Setelah Haris lolos seleksi dan menjabat Kakanwil Kemag Jatim, Muafaq meminta bantuan kepada Haris untuk dipertemukan dengan Rommy. Pada Jumat (15/3) lalu, Muafaq, Haris, dan Calon Anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, Abdul Wahab menemui Rommy untuk menyerahkan uang Rp 50 juta terkait kepentingan jabatan‎ Muafaq.



Sumber: Suara Pembaruan