Pejabat Kempora Gunakan Nama Sopir Untuk Beli Mobil dari Uang Sekjen KONI

Pejabat Kempora Gunakan Nama Sopir Untuk Beli Mobil dari Uang Sekjen KONI
Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy (tengah) berbincang dengan kuasa hukumnya seusai menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Senin (11/3/2019). Ending didakwa menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana agar membantu mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hibah Kemenpora yang akan diberikan kepada KONI. ( Foto: ANTARA FOTO / Sigid Kurniawan )
Fana Suparman / MPA Kamis, 4 April 2019 | 19:13 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Mantan Bendahara Pengeluaran Pembantu Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kempora), Supriyono mengaku pernah membeli satu unit mobil Toyota Fortuner dari uang Rp 1 miliar yang diberikan oleh Sekretaris Jenderal Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Ending Fuad Hamidy. Mobil tersebut untuk digunakan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Mulyana. Namun, Supriyono mengakui pembelian mobil itu menggunakan nama sopir pribadinya, Widi.

Hal itu dikatakan Supriyono saat bersaksi dalam sidang perkara dugaan suap pengurusan dana hibah dari pemerintah kepada KONI melalui Kempora dengan terdakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (4/4/2019).

"Waktu itu, Pak Mulyana enggak mau kasih KTP. Katanya, ya sudah pakai nama sopir kamu saja. Saya tanya ke Pak Widi, saya gunakan namanya," kata Supriyono dalam kesaksiannya di persidangan.

Supriyono menuturkan mobil tersebut dibeli lantaran Mulyana mengaku mobilnya sudah rusak. Untuk membeli mobil tersebut, Supriyono mengklaim meminjam uang ke Ending.

"Mobil Pak Mulyana sudah rusak, maka dia minta dibelikan Fortuner. Beliau tanya uangnya dari mana, saya bilang, saya piirkan dulu. Saya pergi ke Pak Hamidy, saya sampaikan mau pinjam uang," kata Supriyono.

Kepada Ending, Supriyono mengaku meminjam uang Rp 1 miliar. Uang sebesar Rp 520 juta dipergunakan untuk membeli mobil Mulyana dan sisanya untuk operasional Kempora. Namun, Supriyono tak menjelaskan lebih jauh mengenai operasional yang dimaksud.

"Sisa beli Fortuner untuk operasional. Seingat saya Rp 520 (juta) beli Fortuner sisanya untuk operasional," katanya.
Namun, mobil tersebut ternyata hanya tiga bulan dipergunakan Mulyana. Supriyono menyebut mobil tersebut dikembalikan Mulyana kepadanya dan dijual kembali seharga Rp 445 juta untuk kegiatan Kempora.
"Untuk kegiatan di PPON," katanya.

Supriyono meyakini Mulyana mengetahui uang yang digunakan untuk membeli mobilnya berasal dari KONI. Hal ini lantaran saat itu, KONI sedang mengajukan proposal bantuan ke Kempora. Sebagai Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Mulyana dipastikan mengetahui mengenai proposal bantuan yang diajukan KONI.

Diketahui, Jaksa KPK mendakwa Sekjen KONI Ending Fuad Hamidy dan Bendahara Umum KONI Jhonny E Awuy telah menyuap Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kementerian Pemuda dan Olahraga Mulyana, PPK Kempora Adhi Purnomo dan staf Kempora Eko Triyanto dengan mobil merk Fortuner dan uang ratusan juta. Suap ini diberikan dua petinggi KONI tersebut untuk mempercepat proses persetujuan dan pencairan dana hiba‎h dari pemerintah melalui Kempora kepada KONI.



Sumber: Suara Pembaruan