Berkas Perkara Tersangka Pengaturan Skor Dinyatakan Lengkap

Berkas Perkara Tersangka Pengaturan Skor Dinyatakan Lengkap
Ilustrasi pengaturan skor sepakbola ( Foto: Istimewa )
Yeremia Sukoyo / JAS Kamis, 4 April 2019 | 19:58 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kejaksaan Agung (Kejagung) RI menyatakan berkas perkara dugaan tindak pidana pengaturan pertandingan Sepak Bola di Liga Indonesia telah lengkap atau P-21.

"Kejaksaan Agung RI nyatakan lengkap (P-21) berkas perkara tersangka inisial P dan AYA (dalam satu berkas perkara), NS, dan ML, dalam kasus dugaan tindak pidana pengaturan pertandingan sepak bola di Liga Indonesia," kata Kepala Pusat Penerangan dan Hukum Kejagung, Mukri, dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (4/4/2019).

Dijelaskan Mukri, tiga berkas perkara tersangka dinyatakan lengkap (P-21) setelah oleh masing-masing Tim Jaksa Peneliti pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum dilakukan penelitian berkas perkaranya, dan persyaratan formal dan materialnya sudah lengkap.

Adapun tiga berkas perkara tersebut, terdiri dari berkas perkara Tersangka P dan AYA (dalam satu berkas perkara) yang disangkakan melanggar Pasal 378 KUHP dan atau Pasal 2 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap dan atau Pasal 3, Pasal 4, Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Kemudian berkas perkara Tersangka NS yang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

Selanjutnya berkas perkara Tersangka ML yang disangkakan melanggar Pasal 3 Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 1980 tentang Tindak Pidana Suap juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 5 Undang-Undang RI Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang.

"Dengan dinyatakan lengkap tiga berkas perkara tersebut, Tim Jaksa Peneliti saat ini masih menunggu penyerahan tersangka dan barang bukti dari Penyidik Satgas Antifafia Bola Mabes Polri," tutup Mukri.



Sumber: Suara Pembaruan