Kemsos Targetkan Graduasi 800.000 Keluarga Penerima PKH

Kemsos Targetkan Graduasi 800.000 Keluarga Penerima PKH
Menteri Sosial, Agus Gumiwang Kartasasmita, saat penyaluran PKH dan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Kamis (4/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Ari Supriyati Rikin )
Ari Supriyanti Rikin / FER Kamis, 4 April 2019 | 20:32 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Program Keluarga Harapan (PKH) disebut telah berhasil menurunkan angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2018. Kementerian Sosial (Kemsos) pun menargetkan akan mencetak atau meluluskan 800.000 keluarga penerima manfaat (KPM) dari PKH di tahun 2019.

KPM tergraduasi ini artinya tidak lagi mendapatkan bantuan sosial PKH karena dinilai telah mandiri dan memiliki usaha ekonomi produktif.

Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, Kemsos akan mendorong di seluruh Indonesia minimal ada 800.000 tergraduasi atau lulus dari program PKH atau mandiri.

"Kalau tahun 2018 yang lalu kami berhasil meluluskan 600.000 KPM, maka pada 2019 ini kami targetkan minimal 800.000 KPM sehingga keluarga-keluarga atau ibu-ibu lain yang masih hidup prasejahtera dan di bawah garis kemiskinan yang masih mengantre agar bisa ikut masuk ke dalam PKH," kata Agus Gumiwang di sela-sela penyaluran PKH dan dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Desa Sukadami Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi, Kamis (4/4/2019).

Jawa Barat adalah salah satu daerah yang menjadi prioritas Kemsos. Tidak hanya menjadi penopang dan tetangga ibukota, Jawa Barat juga memiliki penduduk paling banyak, khususnya di sekitar perbatasan karena keragaman penduduknya dengan berbagai macam tantangan.

Oleh karena itu, program PKH di Jawa Barat akan diperkuat karena tidak hanya mampu memperbaiki angka kemiskinan, tetapi juga gini ratio (kesenjangan) yang akan secara langsung bisa dirasakan oleh masyarakat dalam jangka pendek, menengah dan panjang.

Saat penyaluran PKH dan BPNT di Cikarang tersebut, Mensos berpesan agar bantuan sosial itu digunakan secara tepat atau sesuai peruntukkannya.

Agus Gumiwang menyebut, Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang menjadi prioritas PKH. Di wilayah ini sebanyak 1,7 juta keluarga menerima PKH. Khusus Bekasi mencapai 65.611 keluarga penerima PKH.

Secara nasional, PKH dan BPNT yang digencarkan pemerintah telah mampu menekan angka kemiskinan serta ketimpangan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) di September 2018, tambah Mensos angka kemiskinan secara nasional turun dari 9,82 persen (Maret 2018) menjadi 9,66 persen pada bulan September 2018.

Sedangkan, pada tahun 2018 pemerintah juga berhasil menekan angka ketimpangan (gini ratio) dari 0,389 pada Maret menjadi 0,384 pada September.

"Jadi tidak serta merta ketika angka kemiskinan turun, gini rasio juga turun. Tapi berdasarkan data BPS, hal itu terbukti bisa terjadi. Meski penurunan gini rasio tidak signfikan tapi ini merupakan hal yang baik," tandas Agus Gumiwang.

Agus Gumiwang menambahkan, tahun ini Kemsos telah meningkatkan anggaran bantuan sosial di Jawa Barat menjadi Rp 3,9 triliun. Jumlah tersebut terbagi atas Rp 3,08 triliun untuk PKH yang diberikan pada 1,7 juta keluarga, kemudian Rp 755 miliar untuk BPNT kepada Rp 2,2 juta keluarga serta beras sejahtera senilai Rp 62 miliar untuk 189.959 keluarga.



Sumber: Suara Pembaruan