Mensos: Hilangkan Stigma Negatif ODHA

Mensos: Hilangkan Stigma Negatif ODHA
Pemerhati hubungan internasional Teguh Santosa (ketiga dari kiri) dalam diskusi "Ngopi di Sebrang Istana" yang diselenggarakan Kedai Kopi di Restoran Ajag Ijig, Jakarta Pusat, Kamis, 4 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / FER Kamis, 4 April 2019 | 20:40 WIB

Bekasi, Beritasatu.com - Stigma negatif dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV/AIDS (ODHA) harus dihilangkan. Kementerian Sosial (Kemsos) pun mengajak ribuan sahabat peduli ODHA membantu pemulihan sosial penderita agar bisa diterima lagi di lingkungan sosialnya.

Menteri Sosial (Mensos), Agus Gumiwang Kartasasmita, mengatakan, untuk mendukung upaya tersebut, Kemsos terus merekrut sahabat peduli ODHA.

"Kita akan cetak terus, saat ini jumlahnya mencapai 4.000 sahabat peduli ODHA. Kita akan lihat idealnya seperti apa. Tapi tentu upaya pemerintah untuk mencegah HIV/AIDS terus kita lakukan secara serius," kata Agus Gumiwang di sela-sela Pengukuhan 1.000 Sahabat ODHA di Cikarang, Bekasi, Kamis (4/4/2019).

Sebanyak 1.000 sahabat peduli ODHA tersebut, terdiri dari kalangan pelajar, pramuka, dan berbagai unsur.

Mensos menyebut, saat ini jumlah ODHA di Indonesia mencapai 430.000 jiwa. Agar tidak bertambah dan tidak lagi menularkan serta tidak didiskriminasi oleh lingkungannya, sahabat ODHA diterjunkan.

"Dunia pendidikan, tokoh agama dan tokoh masyarakat juga dilibatkan agar stigma dan diskriminasi terhadap ODHA hilang. Memang agak sulit tapi itu, pekerjaan rumah kita," tandas Agus Gumiwang.

Terkait ODHA, Kemsos berperan di sisi rehabilitasi sosialnya. Sedangkan pengobatan menjadi tugas Kementerian Kesehatan. Di bidang rehabilitasi sosial, upaya yang dilakukan adalah menyetop, mencegah dan sosialisasi HIV/AIDS melalui sahabat peduli ODHA.

Kemsos pun memiliki tiga balai besar yang menjadi titik pusat penanganan ODHA yakni di wilayah timur di Ternate, barat di Medan dan tengah di Sukabumi. Setiap balai ini lanjutnya, melayani 100-150 ODHA.

"Rehabilitasi ini bagi mereka yang sudah terlanjur berjangkit HIV/AIDS sampai mereka diterima di masyarakat. Bahkan kita beri modal usaha agar bisa kembali ke masyarakat," pungkas Agus Gumiwang.



Sumber: Suara Pembaruan