Megawati Resmikan Kebun Raya Kuningan

Megawati Resmikan Kebun Raya Kuningan
Megawati Soekarnoputri menandatangani prasasti saat meresmikan Kebun Raya Kuningan di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4/2019). ( Foto: Istimewa )
Markus Junianto Sihaloho / JAS Kamis, 4 April 2019 | 21:46 WIB

Kuningan, Beritastau.com - Ketua Umum Yayasan Kebun Raya Nasional Megawati Soekarnoputri meresmikan Kebun Raya Kuningan, yang terletak di Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat.

Bagi Megawati, alam dan lingkungan hidup memberikan sebuah kemurnian di tengah-tengah kehidupan serba politis dan penuh hoax. Dia mengaku ingin menitipkan pesan bahwa politik sebaiknya tidak kering. Dan untuk mengetahuinya harus kembali ke alam.

"Saya dari dulu mengatakan, memberi pelajaran bahwa politik itu sebenarnya bagian dari kehidupan. Jadi bukan hanya mereka yang ikut politik itu jadi pragmatis, menjadi sangat kering karena tak ada yang dipikirkan selain berpolitik," kata Megawati, Kamis (4/4/2019).

Menurut Presiden RI Kelima itu, sengaja dia mendatangi kebun raya sekaligus mengajak wartawan. Sebab baginya, masyarakat memang harus disejukkan dengan sesuatu yang indah yang adanya di alam serta lingkungan. Dengan kata lain, Megawati ingin memberi perbandingan sehingga politik yang menyebar hoax dan memecah belah itu dihentikan.

Megawati Soekarnoputri melihat tanaman saat meresmikan Kebun Raya Kuningan.

"Jadi seperti ini penyejukan. Bahwa politik dengan cara-cara seperti ini bisa dilakukan. Daripada kita teriak-teriak ke masyarakat yang menurut saya bukan karakter bangsa Indonesia," imbuhnya.

Dalam kunjungannya ke Kebun Raya Kuningan ini, Megawati didampingi Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto. Hadir pula Bupati Kuningan Acep Purnama dan Ketua DPD PDIP TB Hasanudin. Sebagai wujud peresmian, Megawati menandatangani sebuah prasasti.

Kebun Raya Diperbanyak

Pada kesempatan itu, Megawati juga menyampaikan keinginannya agar kebun raya di Indonesia diperbanyak. Megawati melihat banyak potensi lahan di Indonesia belum dimanfaatkan yang sebenarnya bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat.

"Kebun raya saya lihat potensinya luar biasa, bisa diperindah. Seperti pohon kemuning. Kalau sudah berkembang wanginya seperti apa," kata Megawati.

Ketua Umum PDI Perjuangan ini juga mengharapkan budi daya tumbuh-tumbuhan endemik Indonesia dan luar negeri diteliti dengan baik. Menurut dia, sejauh ini, penelitian tentang hal tersebut sangat kecil melihat dari APBN yang angkanya di bawah satu persen.

Megawati pernah menanyakan kepada Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) M Nasir agar dalam RAPBN anggaran penelitian meningkat jadi 5 persen. Namun, Megawati mengatakan hal tersebut sulit untuk dikabulkan. Padahal, kata dia, banyak yang perlu diteliti seperti di sejumlah kebun raya, terutama di Kebun Raya Bogor dan Cibodas.

Megawati mengaku pernah berusaha mencari solusi anggaran dengan meminta pengusaha agar membuatkan lahan kebun raya. Salah satunya dengan membiarkan pengusaha-pengusaha menggunakan namanya di lahan perkebunan. "Ada Rumah Anggrek Bogor itu dari kami," tambah dia.

Putri Proklamator RI Bung Karno ini bahkan pernah mengembangbiakkan bunga sakura dari Jepang di Indonesia. Tanaman itu ditaruhnya di sekitar Cibodas. Meski belum melihat langsung hasil tanaman itu, Megawati menerima kabar bahwa bunga sakura telah berbunga.

"Katanya sudah berbunga malah dua kali saya belum lihat. Padahal itu bukan endemik kita," jelas dia.

Megawati juga mendorong kepada kadernya yang menjadi kepala daerah untuk membuatkan kebun raya. Semangat itu ditanamkannya agar kehidupan berbangsa ini tidak melulu tentang pekerjaan dan politik.



Sumber: BeritaSatu.com