Tiga Oknum Polisi dan Wartawan Ditangkap Polrestabes Medan

Tiga Oknum Polisi dan Wartawan Ditangkap Polrestabes Medan
Ilustrasi ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / HA Kamis, 4 April 2019 | 23:18 WIB

Medan, Beritasatu.com - Tiga oknum polisi dari Polsek Medan Area bersama seorang oknum wartawan ditangkap polisi atas tuduhan melakukan pemerasan dan penyekapan terduga bandar narkoba berinisial MI (25) warga Jl Sederhana, Pasar VII Tembung, Kecamatan Percut Seituan.

Tiga oknum polisi itu masing-masing berinisial Bripka AL dan Brigadir AP yang bertugas di Satreskrim, serta Aipda JP yang bertugas di SPKT Polsek Medan Area. Sementara itu, oknum wartawan yang dicurigai terlibat persekongkolan dengan oknum polisi adalah DP.

Kasubbid Penerangan Masyarakat Polda Sumatera Utara AKBP MP Nainggolan mengatakan bahwa pihaknya memang telah mendapatkan kabar adanya tiga oknum Polsek Medan Area yang diamankan Polrestabes Medan tersebut.

"Masih kita tunggu dulu hasil pemeriksaannya. Bila terbukti ketiga oknum tersebut melakukan penyekapan dan pemerasan, maka Polda Sumut pasti akan memberi sanksi tegas. Tidak ada toleransi terhadap anggota yang melakukan tindak pidana," ujar Nainggolan, Kamis (4/42019).

Menurutnya, selain ancaman pidana umum, bila memang terbukti, tiga oknum itu juga akan diberi sanksi kode etik. Sebab, tidak ada yang kebal hukum.

"Walaupun itu aparat hukum, tetap akan diproses," tegasnya.

Menurut kronologi peristiwa yang dihimpun redaksi, usai ditangkap tidak jauh dari rumahnya, MI dengan kedua tangan diborgol dibawa ke salah satu rumah di Jalan AR Hakim, berikut sejumlah barang bukti diduga sabu.

Selanjutnya salah seorang oknum polisi tersebut meminta nomor handphone orangtua MI dan memberitahukan penangkapan yang dilakukan. Setelah itu orangtua terduga bandar narkoba dihubungi dan dimintai uang Rp 20 juta supaya perkara MI tidak lanjut.

Namun orangtua MI mengatakan hanya memiliki uang Rp 2 juta saja.

Setelah bernegosiasi, akhirnya para oknum polisi itu mengajak orangtua MI untuk bertemu di rumah makan Komplek Asia Mega Mas, Jalan AR Hakim. Selanjutnya, pada pukul 08.00 WIB, orangtua pelaku tiba di rumah makan, tetapi tidak bertemu mereka, sehingga dia pun pulang ke rumahnya untuk berembuk dengan sanak keluarga. Lantaran curiga, orangtua MI pun melaporkan kejadian itu ke Polrestabes Medan.

Setelah berkoordinasi dengan Tim Pegasus Polrestabes, orangtua pelaku kembali menghubungi nomor telepon oknum polisi tersebut, lalu sekitar pukul 20.30 WIB, orangtua MI diminta untuk membawa sejumlah uang dan janji bertemu di depan RS Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass, Medan Denai.

Orangtua MI menuju ke lokasi sembari menghubungi Tim Pegasus. Di lokasi, orangtua MI bertemu dengan DP yang mengaku sebagai wartawan yang diperintahkan oknum polisi untuk mengambil uang tersebut.

Selanjutnya, uang Rp 2 juta itu pun diserahkan. Saat bersamaan, petugas yang sudah berada di lokasi langsung membekuk DP serta menyita barang bukti uang. Saat diinterogasi, DP mengaku diperintahkan oleh tiga oknum polisi.

Selanjutnya, petugas memboyong DP guna melakukan pengembangan, kemudian menggerebek rumah di Jalan AR Hakim dan menemukan tiga oknum polisi tersebut tengah bersama MI yang kedua tangannya diborgol. Lalu keempatnya dibawa ke Mapolrestabes Medan guna menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Secara terpisah, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto yang dikonfirmasi menyatakan, jika Bripka AL sudah untuk kedua kalinya terlibat masalah. Pada September 2018 lalu ia pernah ditangkap warga dan anggota TNI, karena diduga melindungi bandar narkoba.

"Pimpinan menginginkan organisasi Polri baik dan bersih. Proses hukum sesuai ketentuan akan diberlakukan terhadap anggota," tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan