Soal UN Disebarkan, Kemdikbud: Sanksi Masih Diproses

Soal UN Disebarkan, Kemdikbud: Sanksi Masih Diproses
Ujian nasional berbasis komputer yang diikuti siswa SMA. ( Foto: Antara )
Maria Fatima Bona / IDS Jumat, 5 April 2019 | 13:09 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) mata pelajaran matematika yang diwarnai dengan penyebaran soal UN menuai kritik banyak pihak. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Masyarakat (BKLM) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Ari Santoso, membenarkan jika pihaknya telah menemukan pelaku serta sekolah yang melakukan penyebaran soal UNBK mata pelajaran matematika. Namun Ari menegaskan, Kemdikbud belum memutuskan sanksi baik kepada siswa maupun kepada guru.

“Semua sudah diketahui Kemdikbud, siapa peserta dan pengawasnya. Sekarang lagi diproses. Jadi dalam masa proses ini, Kemdikbud melindungi anak ini. Dia tetap diberi kesempatan untuk menjalankan ujian mata pelajaran selanjutnya. Dia tetap diberi haknya selama keputusan belum final,” terang mantan Kepala Pusat Teknologi dan Komunikasi (Pustekom) itu, Jumat (5/4).

Sedangkan pengawas tidak diperbolehkan menjadi pengawas selama UNBK berlangsung. Ini bukanlah sanksi, melainkan sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) UN.

“Jadi belum ada sanksi yang tetapkan. Jika diberhentikan dari tugas pengawas itu untuk menjaga keberlangsungan suasana UN,” ujarnya.

Ari menuturkan, peserta penyebar soal UNBK ini tetap diberi kesempatan ujian untuk menjaga masa depannya sebagai anak bangsa. Untuk melindungi anak tersebut, Kemdikbud tidak menyebarluaskan identitas peserta maupun sekolah.

Ari juga menyebutkan, kasus anak menyebarkan soal UNBK ini sebetulnya tidak berdampak pada pihak mana pun karena soal yang disebar tidak memiliki kesamaan dengan soal di sesi berikutnya. Oleh karena itu, Ari menyebut, kejadian penyebaran soal UNBK ini tidak dapat masuk kategori membocorkan soal, tetapi kasuistik pelanggaran aturan POS.

“Soal difoto sama peserta ini, meski disebar ke grup media sosial, tidak dapat membantu peserta lain karena soalnya berbeda,” ujarnya.

Kasus ini tetap diproses agar ada efek jera dan tidak terulang kembali. Namun, hingga saat ini Ari menegaskan Kemdikbud belum memberikan sanksi apapun kepada peserta. Semua perlu ditelusuri. Apabila bersalah maka akan dikenakan pembatalan hasil ujian dan peserta diberi kesempatan untuk melakukan ujian susulan untuk mata pelajaran terkait atau sebelumnya.



Sumber: Suara Pembaruan