Satu dari Tiga Anggota MIT yang Tewas Keponakan Imam Samudera

Satu dari Tiga Anggota MIT yang Tewas Keponakan Imam Samudera
Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo memberikan keterangan pers soal Teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Mabes Polri Kamis, 3 Januari 2019. ( Foto: Beritasatu.com/Farouk Arnaz )
Farouk Arnaz / CAH Jumat, 5 April 2019 | 14:24 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri merilis identitas lengkap tiga anggota jaringan kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) yang tertembak mati oleh Satgas Tinombala di Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (21/3/2019) lalu.

Menurut Karo Penmas Polri Dedi Prasetyo ketiganya adalah Muhammad alias Abdullah alias Abdulah Rahman. Nama aslinya Andi Muhammad Fadly lahir di Makassar 17-11-1997. Pelaku beralamat di komplek Sikamejang blok O no 2 Biringkanaya, Makassar.

Lalu Al Haji Kaliki alias Ibrohim yang nama aslinya Alhaji Daeng Simamang lahir di Loho 17-6-1993. Alamatnya di Kampung Baru RT01 RW 05 Desa Loho, Seram Barat, Maluku.

“Terakhir adalah Alqindi alias Muaz yang nama aslinya Alkindi Mutaqien. Lahir di Serang , 25-8-1993, asal Rau Timur Serang kota. Dia adalah keponakan Imam Samudera yang telah dieksekusi mati,” lanjut Dedi Prasetyo.

Menurut Dedi Prasetyo, ini adalah bukti bahww indoktrinisasi dimulai saat usia dini. Mereka yang masih muda sudah mengikuti jejak para orangtuanya.

Adik kandung terpidana mati bom Bali Imam Samudra, Lulu Jamaluddin, yang dihubungi Beritasatu.com, secara terpisah mengaku belum mendengar kabar Muaz yang disebut polisi sebagai keponakannya tersebut.

“Saya belum dengar,” ujarnya singkat.



Sumber: BeritaSatu.com