Usai Pemilu, Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Kemah Pemuda

Usai Pemilu, Polisi Tetapkan Tersangka Kasus Kemah Pemuda
Ilustrasi. ( Foto: ist )
Bayu Marhaenjati / YUD Jumat, 5 April 2019 | 15:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, bakal segera menetapkan tersangka terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Adi Deriyan mengatakan, penyidikan kasus kemah pemuda sebentar lagi selesai, dan penyidik akan menetapkan tersangka usai Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

"Dana kemah sebentar lagi. Habis pemilu (penetapan tersangka)," ujar Adi, di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/4/2019).

Adi enggan menyampaikan, siapa calon tersangkanya. Menurutnya, saat ini polisi sedang fokus dalam pengamanan pemilu, dan akan kembali melanjutkan proses penyidikan kasus kemah pemuda setelah pesta demokrasi berlangsung.

"Kita sekarang konsentrasi dulu membuat pemilu damai, aman, lancar," kata Adi.

Diketahui, penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, tengah menyelidiki kasus dugaan tindak pidana korupsi berupa penyimpangan penggunaan anggaran senilai Rp 2 miliar, terkait kegiatan kemah dan apel pemuda Islam Indonesia yang digelar Kementerian Pemuda dan Olahraga beserta organisasi kepemudaan.

Penyidik telah menaikan status kasus dugaan penyimpangan penggunaan anggaran itu, dari penyelidikan ke tingkat penyidikan berdasarkan hasil gelar perkara dan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang menyebut ada dugaan kerugian negara.

Sebelumnya, penyidik telah memanggil dan memeriksa sejumlah saksi untuk dimintai keterangannya terkait kasus ini. Mereka adalah Abdul Latif dari Kempora, Ahmad Fanani dari Pemuda Muhammadiyah, Safarudin dari GP Ansor, termasuk mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar.



Sumber: BeritaSatu.com