Jelang Pencoblosan, Suasana Dinilai Tetap Aman dan Kondusif

Jelang Pencoblosan, Suasana Dinilai Tetap Aman dan Kondusif
Pengamat intelijen, Ngasiman Djoyonegoro. ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 5 April 2019 | 16:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pengamat intelijen, Ngasiman Djoyonegoro, menilai, suasana menjelang pencoblosan 17 April 2019 mendatang tetap berjalan aman dan kondusif. Hal itu menanggapi isu yang berkembang bahwa pemilu serentak 2019 akan diwarnai kericuhan. Pernyataan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais, yang mengancam akan menggerakkan people power jika hasil pemilu curang pun menjadi pemicunya.

Baca Juga: PAN Pahami Kekecewaan Amien Rais

"Suasana menjelang hari pencoblosan tetap aman dan kondusif. Hasil kajian kami, potensi adanya kericuhan sudah diantisipasi dengan sangat baik oleh aparat keamanan," ujar pengamat intelijen yang juga Direktur Eksekutif Center of Intelligence and Strategic Studies (CISS), Ngasiman Djoyonegoro, di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Pria yang akrab disapa Simon ini mengatakan, suasana akan tetap aman dan kondusif karena empat alasan. Pertama, TNI, Polri, dan Tokoh Masyarakat kompak dan sinergi mengawal jelannya pemilu 2019 agar tetap aman dan damai. Kedua, masyarakat Indonesia sudah makin dewasa dan sulit untuk diprovokasi.

Ketiga, penyelenggara pemilu benar-benar netral dan menjalankan tugasnya dengan sangat baik. Keempat, kedua kontestan Pilpres 2019 sudah berkomitmen dengan bersama-sama menggelar deklarasi pemilu damai saat masa kampanye dimulai September 2018 lalu.

"Banyak indikator mengapa jalannya pemilu 2019 tetap kondusif. Selain ada komitmen dari kedua kontestan pilpres, masyarakat makin dewasa, serta penyelenggara pemilu yang on the track, sinergi TNI, Polri dan Tokoh Masyarakat menurut saya indikator paling utama yang membuat pemilu tetap aman dan damai,” tambah Simon.

Baca Juga: Rakyat Tak Ikuti Amien Rais

Selama ini, jelas Simon, sejak satu tahun menjelang pemilu 2019, TNI dan Polri terus berusaha keras mengajak dan menjaga agar suasana tetap kondusif dengan berdialog sekaligus melakukan safari ke berbagai tokoh masyarakat, mulai dari ulama, tokoh adat, pimpinan ormas dan lain sebagainya.

"Upaya sinergi TNI-Polri merangkul tokoh masyarakat untuk menciptakan suasana aman dan kondusif sangat luar biasa. Diskusi dan tukar pikiran terus dilakukan dengan berbagai tokoh masyarakat guna mewujudkan pemilu damai," kata Simon.

Menurut Simon, TNI, Polri, dan tokoh masyarakat memiliki tugas pokok masing-masing. Jika TNI punya tugas menjaga pertahanan dan kedaulatan negara, serta Polri punya tugas menjaga keamanan negara, maka Tokoh Masyarakat punya tugas menjaga masyarakat akar rumput.

"Sinergi ketiganya tentu sangat penting mengingat ancaman yang muncul sekarang tidak hanya berbentuk fisik, namun juga dalam bentuk abstrak, seperti ujaran kebencian, hoax, dan lain-lain," terang Simon.

Simon berpandangan bahwa di era post-truth saat ini, sebuah kebohongan sudah makin samar. Era ini ditandai dengan iklim yang menempatkan emosi dan hasrat lebih menonjol ketimbang objektivitas dan rasionalitas.

"Dalam era post-truth, pertarungan politik tidak hanya di darat, namun juga marak di dunia maya melalui perang urat saraf atau psywar. Ungkapan Amin Rais yang belakangan lagi ramai boleh jadi bagian dari psywar itu,” jelas Simon.

Karena itu, Simon menyayangkan tokoh yang pernah jadi ketua MPR tersebut, menggulirkan wacana tersebut. Menurutnya, jika tidak sepakat atau menemukan ada kecurangan dalam pemilu, jalur yang ditempuh adalah jalur hukum sesuai dengan aturan konstitusi.

"Sebagai tokoh pelaku sejarah reformasi, yang juga ikut membentuk Mahkamah Konstitusi dan lainnya, tidak tepat beliau menyerukan begitu. Kita ini negara hukum, semua ada aturannya. Jika menemukan adanya kecurangan pemilu tentu yang ditempuh adalah jalur konstitusional, bukan jalur bar-bar," tegas Simon.

Menurut Simon, para tokoh republik ini perlu menebarkan hal-hal positif yang menginsirasi anak bangsa, bukan malah sebaliknya. "Intinya kita semua punya kewajiban menjaga suasana tetap aman dan kondustif," pungkas Simon.



Sumber: BeritaSatu.com