Terduga Teroris Penusuk Polisi Terkait Bomber Sibolga

Terduga Teroris Penusuk Polisi Terkait Bomber Sibolga
Ilustrasi penusukan. ( Foto: ist )
Farouk Arnaz / YUD Jumat, 5 April 2019 | 16:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com — Terduga teroris bernama Salim Hadi Suci yang menusuk empat anggota Densus saat hendak digrebek di Kampung Cibungur RT 02/11 Desa Batujajar Timur, Batujajar, Bandung Barat, Kamis (4/4/2019) pagi terkait dengan jaringan Abu Hamzah, bomber asal Sibolga.

“Minggu lalu saya sampaikan Densus sedang melakukan pengejaran jaringan Sibolga dengan tersangka AH karena dia punya koneksi yang tinggi dengan jaringan JAD di Jawa barat maupun Jatim. Sekarang Densus masih mendalami beberapa tersangka yang sudah diamankan,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Jumat (5/4/2019).

Jenderal bintang satu ini menyakinkan jika meski penangkapan puluhan terduga teroris ini dilakukan jelang pemilu namun kejadian ini tidak ada kaitannya dengan pemilu. Terorisme adalah kejahatan extraordinary dengan sasaran polisi.

“Polisi menjamin pelaksanaan pemilu aman, damai, dan lancar bekerja sama dengan stakeholder terkait baik TNI, Pemda, Bawaslu, KPU dan lainnya. Mereka yang ditusuk itu juga sudah cukup membaik kondisinya,” lanjutnya.

Seperti diberitakan, menurut sumber yang mengetahui peristiwa ini kepada Beritasatu.com, polisi yang terluka adalah Bripka Pepen Hanafiah anggota Sat Intelkam Polres Cimahi yang terkena luka tusuk bagian perut sebelah kanan, Bripda Ahmad Krisna anggota BKO Polda Jabar terkena luka tusuk bagian perut kiri, dan Bharatu Danang anggota Brimob Polda Jabar yang terkena luka tusuk bagian paha sebelah kanan. Salim sempat berpura-pura akan menyerah sebelum melakukan penusukan membabi-buta.

Lalu ada Brigadir Muhaimin anggota Brimob Cikeruh yang mengalami luka robek di paha sebelah kiri dekat selangkangan dengan ukuran luka 2 cm.

Dari mereka Densus 88 menyita sejumlah barang bukti berupa dua senpi jenis AK 57, dua pucuk glock, dua revolver, dan 200 peluru tajam serta busur dan anak panah.

Rencananya mereka akan beraksi menyerang polisi pada 17 April saat pemungutan suara. Polisi masih mencari komplotan pelaku lainnya meski sudah sekitar 13 orang anggota JAD Bandung yang dibekuk sejauh ini.



Sumber: BeritaSatu.com