5.000 Startup Ramaikan ISS 2019

5.000 Startup Ramaikan ISS 2019
Menteri Riset Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Ari Supriyanti Rikin / FER Jumat, 5 April 2019 | 19:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 5.000 startup berbasis teknologi akan memeriahkan Indonesia Startup Summit (ISS) 2019 di JI Expo Jakarta 10 April 2019 mendatang.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti), Mohamad Nasir, mengatakan, ISS 2019 merupakan ajang memamerkan inovasi anak bangsa.

"Bahkan kita akan undang duta besar supaya melihat startup anak Indonesia sehingga ada kolaborasi," katanya dalam konferensi pers ISS 2019 di Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Menurut Nasir, perkembangan startup sejak 2015- 2018 luar biasa. Pemerintah pun punya kebijakan yang memberikan tempat agar inovasi bisa berkembang dengan memberikan pendanaan dan pendampingan hingga inovasi itu dikomersialisasi.

Pendampingan yang diberikan Kemristekdikti dalam tiga tahun terakhir untuk startup sungguh luar biasa. Bahkan dalam kurun waktu 2015-2018 tercatat nilai komersionalitas bisnis melonjak tajam.

Di 2019 ini jumlah startup yang didampingi Kemristekdikti mencapai 1.307. Jumlah ini meningkat tajam, dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tahun 2015, startup atau perusahaan pemula berbasis teknologi (PPBT) asuhan Kemristekdikti ada 54, tahun 2016 ada 207, tahun 2017 ada 665 dan tahun 2018 ada 926.

Nasir menambahkan, sejumlah startup yang sudah komersialisasi di antaranya kapal pelat datar yang berbahan baja, murah, berumur panjang dan pengerjaannya lebih cepat 30 persen dibanding kapal konvensional dengan bahan fiber dan kayu. Selain itu ada pula startup tempe yang sudah mengekspornya ke Korea. "Semua ini inovasi karya anak bangsa. Bahkan startup ini tersebar di seluruh Indonesia," ucap Nasir.

Bidang startup pun beragam seperti pangan, energi, informasi telekomunikasi, material maju, nanoteknologi dan lain sebagainya. Nasir berpandangan, sangat penting berbagai inovasi karya anak bangsa ini ditampilkan ke publik. Apalagi di era milenial ini, produk dalam negeri harus ditingkatkan. Nasir pun berharap, ISS 2019 bisa diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

Direktur PPBT Kemristekdikti Retno Sumekar mengungkapkan, setiap calon startup yang ingin didanai harus mengajukan proposal ke Kemristekdikti. Selain itu, inovasi yang diajukan haruslah sudah berupa purwarupa (prototipe). "Nanti ada tim pakar, perusahaan yang akan menilai," ucap Nasir.

Setiap startup lanjutnya akan didanai Rp 250 juta hingga Rp 500 juta. Mereka pun didampingi hingga akhirnya mandiri dan bisa menggandeng industri. Tahun 2018, Kemristekdikti mengucurkan dana untuk pengembangan startup atau PPBT ini mencapai Rp 62 miliar. Di tahun 2019 dianggarkan mencapai Rp 113 miliar.



Sumber: Suara Pembaruan