Megawati Tanamkan Rasa Cinta Tanaman ke Kader PDI-P

Megawati Tanamkan Rasa Cinta Tanaman ke Kader PDI-P
Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam kunjungan ke Kebun Raya Kuingan, Jawa Barat. ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / LES Jumat, 5 April 2019 | 21:35 WIB

Kuningan, Beritasatu.com - Dalam kunjungan ke Kebun Raya Kuningan, Desa Padabeunghar, Kecamatan Pasawahan, Kuningan, Jawa Barat, Kamis (4/4), Ketua Umum PDI-Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengungkap rahasianya, mengapa politik itu menarik, penuh seni kehidupan, dan bertanggung jawab pada masa depan bangsa dan negara.

"Sejak kecil saya gemar dengan tanaman, demikian halnya Bapak saya, Bung Karno. Hijaunya Padang Arafah, Arab Saudi, tidak terlepas dari perhatian besar Bung Karno yang begitu bangga dengan kekayaan flora dan fauna Indonesia Raya,”ungkap Megawati.

Kemudian Megawati menanamkan rasa cinta terhadap tanaman kepada masyarakat Indonesia, dan khususnya kader-kader PDI Perjuangan (PDI-P).

Itu bukan sekedar hobi, namun sebagai tanggung jawab masa depan. “Karena itulah di PDI Perjuangan saya tanamkan kultur mencintai bumi dan penghidupan itu melalui tanaman", ujar Megawati di Kebun Raya Kuningan

Agar politik lingkungan PDI Perjuangan ini dapat membumi dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat di seluruh Indonesia, Megawati memerintahkan setiap Kepala Daerah dari PDI Perjuangan didorong untuk bangun kebun raya di daerahnya.

"Saya memilki koleksi tanaman dimulai dari tanaman untuk keperluan obat-obatan, angrek, koleksi bambu dari seluruh pelosok nusantara, koleksi umbi-umbian, hingga tanaman keras, dan juga berbagai koleksi tanaman dari luar negeri, yang tentu saja memiliki manfaat dan kesesuaian untuk dikembangkan", kata Megawati

Sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan dan sebagai pribadi yang sangat mencintai lingkungan, Megawati mengharapkan budidaya tumbuh-tumbuhan endemik Indonesia dan luar negeri diteliti dengan baik. Menurut dia, sejauh ini, anggaran penelitian tentang hal tersebut masih sangat kecil.

Meski begitu, masalah anggaran dapat diakali dengan meminta pengusaha agar membuatkan lahan perkebunan. Salah satunya dengan membiarkan pengusaha-pengusaha menggunakan namanya di lahan perkebunan. "Ada Rumah Anggrek Bogor itu dari kami," ujar Megawati

Megawati mengaku, pernah mengembangbiakkan bunga sakura dari Jepang di Indonesia. Tanaman itu ditaruhnya di sekitar Cibodas. Ia lantas mendorong kepada kadernya yang menjadi kepala daerah untuk membuatkan kebun raya. Semangat itu ditanamkannya agar kehidupan berbangsa ini tidak melulu tentang pekerjaan dan politik.

Sementara itu Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang melihat secara langsung bagaimana seluruh kontemplasi politik Megawati Soekarnoputri melalui hobi bercocok tanam menambahkan, PDI Perjuangan semakin sadar bagaimana politik itu membumi, menyentuh hal yang elementer terkait dengan cabai, sayur-sayuran, dan komitmen melestarikan bumi.

"Di Partai kami, apa yang menjadi hobi Ibu Megawati terkait tanaman, bumbu-bumbuan, dan mencintai kuliner nusantara, kami jadikan sebagai kultur organisasi kepartaian. Sebab bicara tentang tanaman, sumber makanan, daya cita rasa bumbu nusantara, juga berbicara tentang capaian kebudayaan Indonesia,” ujarnya.

Hasto Kristiyanto mengungkapkan, Ibu Megawati sangat prihatin, mengapa perhatian anak-anak muda di bidang pertanian sangat kurang. Padahal, sektor pertanian sangat menjanjikan penghidupan yang layak, selama dilakukan dengan totalitas dan penuh keahlian. Pemerintahan Pak Jokowi ke depan akan semakin memberikan perhatian yang begitu besar pada SDM dan kegiatan penelitian hulu ke hilir, dari penelitian benih unggul, kultur jaringan, hingga penanaman, proses produksi pasca panen, pengolahan produk dan pemasaran.

“Jadi, Politik Kontemplasi PDI-P dibangun dengan tradisi menanam, politik cinta lingkungan, investasi masa depan. Kesemuanya membangun tradisi politik penyegaran diri melalui kontemplasi," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan