Mendorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Era Industri 4.0

Mendorong Penguatan Ekonomi Kreatif di Era Industri 4.0
Program studi Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan seminar nasional bertemakan Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif Indonesia di Era 4.0 dalam Perspektif Ilmu Komunikasi, di Kampus UBSI Tangerang, Jumat (5/4/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. UBSI )
Feriawan Hidayat / FER Jumat, 5 April 2019 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Program studi Komunikasi dan Bahasa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) mengadakan seminar nasional bertemakan Strategi Penguatan Ekonomi Kreatif Indonesia di Era 4.0 dalam Perspektif Ilmu Komunikasi, di Kampus UBSI Tangerang. Konsultan komunikasi, Riza Primadi, dihadirkan sebagai pembicara bersama Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UBSI, Anisti S.Sos, dan Dekan Fakultas Komunikasi dan Bahasa, Dr Baiatun Nisa MPd.

Riza Primadi mengatakan, saat ini dunia sedang mengarahkan kepada perkembangan teknologi yang semakin canggih.

"Dunia kini memasuki era revolusi industri 4.0, yakni menekankan pada pola digital economy, artificial intelligence, big data, robotic, dan lain sebagainya atau dikenal dengan fenomena disruptive innovation,” jelas Riza, dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Jumat (5/4/2019).

Riza menambahkan, berbagai perubahan yang ada perlu disikapi dengan bijak agar menghasilkan lulusan yang positif. Dalam era Industri 4.0, bidang komunikasi dan informasi membutuhkan sumber daya manusia (SDM) komunikasi yang cerdas teknologi.

"Pasalnya, semakin hari dunia kerja kita semakin akrab dengan mesin, data dan teknologi robot. Segala macam kegiatan sudah dinyatakan dalam bentuk digitalisasi,” jelas Riza.

Ekonomi kreatif, lanjut Riza, menjadi salah satu isu strategis yang layak mendapatkan perhatian utama. Sektor ini, menjadi pilihan strategis untuk memenangkan persaingan global, yang ditandai dengan terus dilakukannya inovasi dan kreativitas.

"Sehingga, dunia pasar pekerjaan saat ini sangat membutuhkan orang-orang yang ahli dalam bidang komunikasi.
Menghadapi tantangan tersebut, pengajaran di perguruan tinggi pun dituntut untuk berubah, termasuk dalam menghasilkan dosen berkualitas bagi generasi masa depan," jelas Riza.

Ketua Prodi Ilmu Komunikasi UBSI, Anisti S.Sos, menyebutkan, baik generasi milenial, pendidik dan guru harus menyiapkan diri terhadap Industri 4.0.

"Semua pihak harus berupaya meningkatkan kompetensi diri, terus belajar, dan menyesuaikan dengan kebutuhan era ini," jelas Anisti.

Anisti menambahkan, kompetensi dasar yang dimaksud meliputi, kompetensi profesional terkait kedalaman akademik dan pengetahuan. Serta, kompetensi pedagogis terkait penguasaan dosen pada berbagai macam pendekatan.

"Seminar ini bertujuan untuk memberikan arah dan strategi pembelajaran serta menggali potensi diri mahasiswa agar dapat bersaing di era revolusi 4.0," kata Anisti.

Menurut Anisti, seorang mahasiswa di era ini harus memiliki 6 skill yang harus dikuasai, yakni berbahasa asing, public speaking, pengoperasi komputer, kemampuan menulis, menjalin networking, kemampuan desain, editing video atau foto, videografi dan penggunaan media sosial (medsos).



Sumber: BeritaSatu.com