KPK Usut Keterlibatan Pejabat PT Pupuk Indonesia dalam Kasus Bowo Sidik

KPK Usut Keterlibatan Pejabat PT Pupuk Indonesia dalam Kasus Bowo Sidik
Anggota DPR Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso (tengah) dibawa ke mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 28 Maret 2019. ( Foto: Antara / Reno Esnir )
Fana Suparman / FMB Sabtu, 6 April 2019 | 09:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus mengembangkan kasus dugaan suap yang menjerat anggota Komisi VI DPR dari Fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso. Dalam pengembangan ini, KPK juga mengusut pihak-pihak lain yang terlibat, termasuk dugaan keterlibatan petinggi PT Pupuk Indonesia. Hal ini lantaran kasus suap yang menjerat Bowo berkaitan dengan kerja sama pengangkutan pupuk PT Pupuk Indonesia antara PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dengan PT Humpuss Transportasi Kimia.

"Karena bagaimana pun juga underline transaksinya dari kasus ini, dari dugaan suap ini adalah MoU antara PILOG (PT Pupuk Indonesia Logistik) dengan PT HTK (Humpuss Transportasi Kimia). Nah PILOG ini kan masih berafiliasi dengan PT Pupuk Indonesia, nanti tentu kita dalami lebih lanjut," kata Jubir KPK, Febri Diansyah di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (5/4/2019).

Kata Febri, penyidik KPK sedang mengumpulkan bukti-bukti untuk mengembangkan kasus suap ini. Saat OTT terhadap Bowo, KPK sudah memeriksa petinggi PT Pupuk Indonesia Logistik dan PT Pupuk Indonesia. Selain itu, tim penyidik KPK juga telah menggeledah sejumlah lokasi, termasuk kantor PT Pupuk Indonesia beberapa waktu lalu terkait pengusutan kasus ini. Meski demikian, Febri menyatakan, pihaknya akan berhati-hati dan tak akan gegabah dalam mengusut kasus ini dan menjerat pihak lain yang terlibat. Apalagi seiring penyidikan yang dilakukan, KPK menemukan fakta-fakta baru adanya dugaan penerimaan-penerimaan lain yang dikumpulkan dan disiapkan Bowo Sidik untuk serangan fajar pada pemilu 2019.

"Jadi kalau terkait Pupuk Indonesia ada dua yang pernah kami lakukan, pemeriksaan, dan penggeledahan juga sudah kami lakukan di PT Pupuk Indonesia. Itu artinya ada bukti-bukti yang kami duga berada di lokasi itu. Nanti tentu kami pelajari lebih lanjut ya," kata Febri.

Baca juga: Sumber Uang Bowo Sidik untuk "Serangan Fajar" Sudah Teridentifikasi.



Sumber: Suara Pembaruan