VIDEO: Curi Ikan, Kapal Malaysia Ditangkap dan Diseret Patroli RI

VIDEO: Curi Ikan, Kapal Malaysia Ditangkap dan Diseret Patroli RI
Foto yang dipasok Kementerian Kelautan dan Perikanan memperlihatkan kapal berbendera Malaysia yang ditarik oleh kapal patroli Hiu Macan Tutul, 7 April 2019. ( Foto: Kementerian Kelautan dan Perikanan )
Heru Andriyanto / HA Minggu, 7 April 2019 | 15:25 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kapal patroli Indonesia berhasil menangkap dua kapal nelayan berbendera Malaysia yang ditengarai melakukan penangkapan ikan di wilayah perairan Indonesia, menurut keterangan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Minggu (7/4/2019).

Penangkapan itu dilakukan pada hari yang berbeda di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia (WPP-NRI) Selat Malaka, kata Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) KKP, Agus Suherman.

Agus menjelaskan, penangkapan pertama dilakukan oleh kapal patroli (KP) Orca 02 pada Sabtu (6/4) sekitar pukul 11.45 WIB atas kapal dengan nama lambung KM. PKFA 7836.

Kapal berukuran 82,47 GT tersebut diamankan bersama seorang nakhoda dan empat anak buah kapal (ABK) berkewarganegaraan Indonesia. Selanjutnya, KP. Orca 02 yang dinakhodai oleh Sutisna Wijaya mengawal kapal dan seluruh awaknya ke Pangkalan PSDKP Batam Kepulauan Riau untuk proses hukum oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

Lalu pada Minggu sekitar pukul 06.30 WIB, KP. Hiu Macan Tutul 02 yang dinakhodai Ilman Rustam juga menangkap KM. PKFA 7747 dengan lima orang awak kapal berkewarganegaraan Myanmar.

Baca juga: Dirintangi Patroli Vietnam, TNI AL Berhasil Tangkap 4 Kapal Pencuri Ikan

Selanjutnya, kapal dan seluruh awaknya dikawal menuju Stasiun PSDKP Belawan Sumatera Utara untuk proses hukum oleh PPNS Perikanan.

"Keduanya menangkap ikan di WPP-NRI Selat Malaka tanpa dilengkapi dengan dokumen perizinan serta menggunakan alat penangkapan ikan yang dilarang di Indonesia jaring trawl," tutur Agus.

Kedua kapal tersebut diduga melanggar Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 dengan ancaman pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar.

Penangkapan tersebut menambah deretan kapal perikanan ilegal yang berhasil ditangkap oleh KKP selama 2019. Terhitung sejak Januari hingga 7 April 2019, sebanyak 27 kapal ilegal berhasil ditangkap saat melakukan upaya pengerukan sumber daya ikan Indonesia secara ilegal. Kapal-kapal tersebut terdiri dari 22 kapal perikanan asing (KIA) dan lima kapal perikanan Indonesia (KII).

“Dari sejumlah KIA yang ditangkap terdiri atas 11 kapal berbendera Vietnam dan 11 kapal berbendera Malaysia,” pungkas Agus.




Sumber: BeritaSatu.com