Kampanye Harus Cerminkan Keberagaman

Kampanye Harus Cerminkan Keberagaman
Tokoh masyarakat di Pontianak siturahmi di Hotel Mercure, Pontianak. Minggu (7/4/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Minggu, 7 April 2019 | 17:41 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Sejumlah tokoh masyarakat di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) mengaku kecewa terhadap paslon presiden dan wakil presiden nomor urut 02.

Pasalnya, pada kampanye akbar di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Minggu (7/4/2019) pagi, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dinilai tidak mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia.

Kekecewaan para tokoh masyarakat di Pontianak tersebut diungkapkan dalam siturahmi para tokoh bersama Gus Syauqi Ma'ruf Amin, di Hotel Mercure, Pontianak.

Sekretaris Jenderal Majelis Dayak Nasional Kumis mengatakan, kampanye seharusnya mencerminkan keberagaman Indonesia, tidak saja satu golongan. Sebab, Indonesia sangat majemuk.

Senada dengan Yakobus, Ketua PCNU Pontianak, Farukhi berpendapat, kampanye kubu 02 hanya menyimbolkan satu golongan saja.

"Ya, kami anggap kubu 02 menggunakan politik identitas untuk meraih kekuasaan. Ini sangat berbahaya dan berpotensi merusak kebinekaan," tutur Farukhi.

Oleh karena itu, Farukhi berharap kampanye kubu 01 mencerminkan keberagaman bangsa Indonesia. Misalnya, massa yang hadir menggunakan pakaian adat dari masing-masing daerah.

"Dan yang terpenting, Pak Jokowi dan KH Ma'ruf Amin (KMA) menyampaikan program-program untuk menjadikan Indonesia, lebih maju," harapnya.

Gus Syauqi yang juga putra cawapres nomor urut 01, Ma’ruf, mengatakan, selama ini paslon petahana sudah mencerminkan sebagai pemimpin bangsa Indonesia yang majemuk.

"Pak Jokowi dan Abah diterima oleh mayoritas masyarakat. Itu sebagai bukti bahwa Pak Jokowi dan Abah pemimpin ideal buat bangsa Indonesia," tutur Gus Syauqi dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

"Dan kebutulan, pada Pilpres ini, Pak Jokowi dan Abah mendapat nomor urut 01. Angka itu bisa sebagai simbul persatuan bangsa," tambah Ketua Dewan Pembina Master C19 Portal KMA ini.

Bukan hanya tokoh masyarakat yang menganggap kampanye akbar Prabowo-Sandi di SUGBK menarasikan politik identitas. Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) juga kecewa dengan narasi kampanye paslon 02.

Menurut SBY, kampanye akbar yang dihadiri ratusan ribu orang itu tidak inklusif. Oleh karena itu, SBY meminta anak buahnya agar memberi masukan bahwa bangsa Indonesia sangat majemuk.



Sumber: Suara Pembaruan