Bawaslu Jambi Kerahkan 14.603 Pengawas Patroli Serangan Fajar

Bawaslu Jambi Kerahkan 14.603 Pengawas Patroli Serangan Fajar
Pemilu 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Radesman Saragih / JAS Senin, 8 April 2019 | 08:03 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Jambi meningkatkan pengawasan mengantisipasi kecurangan pemilihan umum (Pemilu) 2019. Salah satu potensi kecurangan pemilu yang mendapat perhatian khusus Bawaslu Jambi, yaitu money politics (politik uang) melalui "serangan fajar" beberapa saat menjelang pemungutan suara pemilu 17 April 2019.

“Praktik politik uang melalui serangan fajar menjadi prioritas pengawasan bagi kami. Untuk mencegah politik uang tersebut, kami menerjunkan sekitar 14.603 orang pengawas. Pengawasan dilakukan hingga ke Tempat Pemungutan Suara (TPS),” kata Komisioner Bawaslu Provinsi Jambi, Fachrul Rozi di Jambi, Minggu (7/4/2019).

Menurut Fachrul Rozi, pihaknya mengintensifkan patroli pengawasan pemilu guna membatasi ruang gerak para tim pemenangan calon legislatif dan calon presiden melakukan kecurangan pemilu, khususnya serangan fajar. Patroli pencegahan politik uang tersebut dilakukan di tingkat provinsi, kabupaten/kota, kecamatan hingga ke TPS-TPS di desa, dan kelurahan.

Dijelaskan, jumlah pengawas pemilu yang diterjunkan melakukan patroli serangan fajar di TPS mencapai 11.341 orang. Pengawas pemilu yang patroli di kelurahan dan desa sekitar 1.562 orang. Jumlah pengawas pemilu kecamatan yang diterjunkan patroli kecurangan pemilu tersebut 423 orang, pengawas pemilu tingkat kabupaten/kota (37 orang), pengawas pemilu tingkat provinsi lima orang.

Menurut Fachrul Rozi, patroli pengawasan pemilu tersebut merupakan satu dari lima program pengawasan pemilu yang mendapat prioritas untuk dilaksanakan mengantisipasi berbagai kecurangan pemilu, termasuk politik uang menjelang pemilihan hingga penghitungan suara di TPS 17 April 2019.

Selain itu, lanjut Fachrul Rozi, seluruh staf sekretariat pengawas pemilu di Jambi juga diterjunkan mengawasi kemungkinan terjadinya serangan fajar. Petugas sekretariat tersebut terdiri dari sekretariat Bawaslu Provinsi Jambi 58 orang, bawaslu sembilan kabupaten dan dua kota (190 orang) dan petugas sekretariat panitia pengawas kecamatan (987 orang).

“Bawaslu Jambi mengerahkan seluruh kekuatan memperketat pengawasan mencegah politik uang. Seluruh pengawas yang dikerahkan mengawasi praktik politik uang tersebut akan saling berkoordinasi, khususnya mulai masa tenang hingga pemungutan suara,”katanya.

Sementara itu Wakil Kepala Polda (Wakapolda) Jambi Brigjen Pol Ahmad Haidar pada Pemilu Run 2019 di Jambi, Minggu (7/4/2019) mengharapkan segenap elemen masyarakat Jambi bisa menciptakan situasi kondusif untuk menciptakan pelaksanaan pemilu secara damai, aman dan lancar.

“Kami mengharapkan warga masyarakat Jambi yang berbeda pilihan tetap bisa menjaga kenteraman dengan cara saling menghormati. Warga masyarakat Jambi diminta menghindari tindakan memburuk-burukkan kelompok masyarakat lain yang berbeda pilihan agar jangan terjadi konflik selama berlangsungnya pemilu,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan