Umat Beragama di Jambi Diminta Ciptakan Iklim Kondusif Jelang Pemilu

Umat Beragama di Jambi Diminta Ciptakan Iklim Kondusif Jelang Pemilu
Praeses Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) Distrik XXV Jambi, Pendeta (Pdt) Hattus Hutapea (kanan) menyematkan ulos (kain adat Batak) kepada Gubernur Jambi Fachrori Umar (tengah) pada persiapan Peresmian Resort HKBP Syaloom Kota Jambi Kelurahan Baganpete, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi, Minggu, 7 April 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / JEM Senin, 8 April 2019 | 11:11 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Seluruh umat bergama di Provinsi Jambi diminta tetap menjaga kerukunan demi terciptanya iklim kondusif menjelang Pemilihan Umum (Pemilu), 17 April 2019. Perbedaan pilihan dalam pemilu diharapkan tidak sampai mengganggu kerukunan. Umat bergama di daerah itu juga diharapkan tetap mengedepankan rasa persaudaraan agar pemilu bisa berlangsung damai dan aman.

Permintaan itu disampaikan Gubernur Jambi, Fachrori Umar ketika menghadiri peresmian Persiapan Resort dan Penggalangan Dana Pembangunan Gereja Resort Huria Batak Kristen Protestan (HKBP) Syaloom di Kelurahan Baganpete, Kecamatan Alambarajo, Kota Jambi, Minggu (7/4/2019). Peresmian Resort HKBP Syaloom Kota Jambi tersebut turut dihadiri Praeses HKBP Distrik XXV Jambi, Pendeta Hattus Hutapea.

Menurut Fachrori Umar, kerukunan hidup umat beragama berperan besar mendorong terciptanya situasi kehidupan masyarakat yang aman. Kerukunan dan keamanan tersebut sangat dibutuhkan demi kelancaran pembangunan, termasuk pembangunan politik.

“Untuk menciptakan situasi rukun dan aman, termasuk pada Pemilu 2019 ini, bukan hanya tugas pemerintah dan aparat kemanan. Segenap lapisan masyarakat jug turut bertanggung jawab menciptakan situasi aman dan damai tersebut. Karena itu umat beragama di Jambi kami harapkan tetap menjaga kerukunan demi terciptanya keamanan dan kedamaian pelaksanaan pemilu mendatang,” Gubernur Fachrori Umar.

Fachrori Umar mengatakan, agama sebagai landasan moral dan etika merupakan faktor yang sangat penting mendorong terbentuknya masyarakat beradab, yang damai, adil, sejahtera dan bermartabat. Agama juga menjadi faktor penting dalam membangun watak, kepribdadian dan kesalehan bagi umat manusia.

“Pembangunan bidang agama merupakan upaya untuk memenuhi salah satu hak dasar rakyat, yaitu hak untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadah menurut agama dan kepercayaannya itu, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) Negara Republik Indonesia Tahun 1945,” Gubernur Fachrori Umar.

Fachrori Umar lebih lanjut mengatakan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi terus berupaya meningkatkan pembangunan bidang agama, yang diarahkan pada peningkatkan keimanan, ketaqwaan dan kesejahteraan umat beragama.

Upaya itu dilakukan melalui peningkatan kualitas pelayanan dan pemahaman keagamaan dan memberikan kemudahan bagi umat beragama dalam menjalankan ibadahnya.

Dikatakan, pembangunan bidang agama juga mencakup dimensi kerukunan-kerukunan hidup antar umat beragama yang mendukung peningkatan saling percaya dan harmoni diantara mereka.

“Dimensi kerukunan itu sangat penting dalam rangka membangun persatuan dan ikatan yang kuat diantara masyarakat dan bangsa kita yang majemuk,” Gubernur Fachrori Umar.

Menurut Fachrori Umar, Pemprov Jambi tetap konsisten memelihara keharmonisan dan kerukunan hidup antarumat beragama di Provinsi Jambi. Untuk itu masing-masing pemeluk agama harus dapat saling menghormati dan saling menghargai.

“Rasa saling menghargai dan menghormati tersebut penting demi terciptanya ketenteraman dan kedamaian, lahir dan batin. Melalui rasa saling menghargai dan menghormati itu juga, konflik, permusuhan dan kekerasan yang hanya menghancurkan nilai-nilai agama itu sendiri akan dapat kita cegah secara bersama,” papar Gubernur Fachrori Umar.

Sementara itu Praeses (Pimpinan) HKBP Distrik XXV Jambi Pendeta  Hattus Hutapea pada kesempatan tersebut mengapresiasi pemberian izin pembangunan Gereja HKBP Syaloom Kota Jambi di lokasi yang baru, Kelurahan Baganpete, Kecamatan Alambarjo.

Selama ini, kata Hattus Hutapea, jemaat HKBP Syaloom Kota Jambi sempat beribadah beberapa tahun di aula terminal bus Alambarajo, Kota Jambi karena gereja mereka di Aurduri, Kecamatan Telanaipura disegel Pemerintah Kota (Pemkot) Jambi.

Dijelaskan, Gereja HKBP sudah hadir di delapan kabupaten dan dua kota di Provinsi Jambi. Gereja HKBP yang belum ada hanay di Kota Sungaipenuh dan Kabupaten Kerinci. Jumlah warga HKBP di Provinsi Jambi saat ini mencapai 44.800 jiwa.

Menurut Hattus Hutapea, gereja HKBP bisa berdiri di berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi karena keterbukaan masyarakat Jambi. Warga masyarakat Jambi cukup toleran menerima warga jemaat HKBP di lingkungan mereka tanpa mempermasalahkan perbedaan latar belakang suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“Selain itu jajaran pemerintah dan tokoh masyarakat di Jambi juga cukup konsisten membangun kerukunan umat bergama di tengah masyarakat, baik di kota maupun di kabupaten,” ujar Pimpinan HKBP Distrik XXV Jambi Pendeta Hattus Hutapea.



Sumber: Suara Pembaruan