Caleg Perindo: Ponpes Buntet Teladan dalam Menjaga Persatuan

Caleg Perindo: Ponpes Buntet Teladan dalam Menjaga Persatuan
Calon anggota DPR nomor urut 2 dari Partai Perindo untuk daerah pemilihan Jawa Barat VIII, Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati (kanan) berfoto bersama salah satu pimpinan Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, Jawa Barat, KH Adib Roffiudin pada acara haul Ponpes Buntet, Sabtu, 6 April 2019. ( Foto: Istimewa )
Asni Ovier / AO Senin, 8 April 2019 | 11:55 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Calon anggota DPR nomor urut 2 dari Partai Perindo untuk daerah pemilihan Jawa Barat VIII (Kabupaten Indramayu, Kabupaten Cirebon, dan Kota Cirebon), Susaningtyas Nefo Handayani Kertopati mengatakan, Pondok Pesantren Buntet, Cirebon, layak untuk diteladai.

Perempuan yang akrab disapa Nuning itu mengatakan, Ponpes Buntet sebagai salah satu yang tertua di Indonesia, selalu menjagi persatuan serta kesatuan bangsa dan negara.

“Ponpes Buntet sebagai salah satu ponpes tertua, memiliki budaya yang sangat bagus untuk diteladani, yaitu dalam menjaga persatuan serta kesatuan bangsa dan negara, juga dalam memelihara kelestarian budaya dan lingkungan, khususnya di Cirebon,” ujar Nuning yang juga pakar di bidang pertahanan, keamanan, dan intelijen itu di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Pada Sabtu (6/4/2019), Nuning yang juga Ketua DPP Partai Perindo bidang Pertahanan dan Keamanan menghadiri haul Ponpes Buntet Cirebon. Acara itu juga dihadiri Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Wakapolri Komjen Aridono, Pangdam Siliwangi, Kapolda Jawa Barat Irjen Agung Budi, dan tokoh-tokoh agama serta pimpinan pondok Pesantren se-Jawa.

Ribuan peserta yang hadir berjejal mengikuti haul Ponpes Buntet. Pimpinan Ponpes Buntet, KH Adib Roffiudin dalam sambutannya menekankan bahwa Indonesia sebagai bangsa harus menghormati keberagaman dan memelihara kesantunan, selain tidak melupakan kesalehan beragama. “Memelihara persatuan kesatuan bangsa dan negara adalah suatu keniscayaan,” ujar Kiai Adib.

Hal yang sama dikatakan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Dia menekankan bahwa seluruh rakyat Indonesia, terutama para penghuni pondok pesantren, harus menjaga keutuhan NKRI dan senantiasa menjaga lingkungan. “Kelestarian alam juga harus dijaga agar tidak rusak,” ujar Panglima TNI.



Sumber: BeritaSatu.com