BPN Manggarai Timur Serahkan Sertifikat Tanah Polsek Lamba Leda

BPN Manggarai Timur Serahkan Sertifikat Tanah Polsek Lamba Leda
Penyerahan sertifikat tanah dari BPN Manggarai Timur kepada Polsek Lamba Leda. ( Foto: dok )
/ YUD Senin, 8 April 2019 | 12:28 WIB

Dampek, Beritasatu.com - Kepala Badan Pertanahan Kabupaten Manggarai Timur (Matim), Nggai Elizabeth menyerahkan sertifikat tanah Polri-Polsek Lamba Leda, Matim kepada Wakil Kapolres Manggarai, Thoby Tamonob di Dampek, Lamba Leda, Flores, NTT, Senin (8/4/2019).

Penyerahan sertifikat ini disaksikan Camat Lamba Leda, Aleks Rahman, Kepala Desa Satar Padut, Kepala Desa Satar Kampas dan sejumlah tokoh masyarakat dan rohaniwan.

Ibu Elisabeth atau yang biasa dipanggil Ibu Betty mengatakan, pada 19 Februari lalu, Polres Manggarai mengajukan permohonan sertifikasi tanah dengan membawa dokumen lengkap, sesuai syarat-syarat yang ditentukan.

Dalam dokumen disebutkan, tanah yang dijadikan lokasi Polsek Lamba Leda sudah diserahkan oleh tua teno (tetua adat) kepada pihak kepolisian sejak tahun 1970.

Namun saat ini, tanah itu digugat oleh Fransiskus Sandin alias Fransiskus Kudik. Namun, penggugat tidak punya bukti yang kuat, sehingga pihak BPN menilai status tanah tidak memiliki hubungan dengan Frans Sandin.

“Saya berani mengambil langkah ini (menerbitkan sertifikat) karena tidak ada dasar hukum yang kuat dari pihak Frans. Kalau dia tidak puas, silakan gugat Tua Teno ke pengadilan,” katanya.

Kapolsek Lamba Leda Edy Sumirat mengaku sangat berbahagia karena hari ini telah menjadi momen bersejarah, di mana tanah Polsek akhirnya sudah bersertifikat.

Dijelaskan, tanah Polsek Lamba Leda sudah diserahkan sejak 1972 dan pengukuhan berlangsung 1975. “Dan hari ini kami mendapatkan sertifikatnya,” katanya.

Edy berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung Polri sampai hari ini.

“Kami sudah mengundang Fransiskus Sandin, yang biasa kita sebut Frans Sandin, tapi dia tidak datang. Kami harap tidak ada lagi Frans Sandin atau Frans Kudik lain yang mengganggu gugat tanah ini,” katanya.

Camat Lamba Leda Aleksius Rahman mengatakan, selama ini pihaknya terus disurati bahkan ditelepon oleh Frans Sandin hanya mau menanyakan status tanah.

“Bukan cuma tiga kali, lima sampai enam kali saya ditelepon oleh dia. Karena itu, terima kasih kepada semua pihak sehingga perjuangan status tanah ini sudah selesai. Jangan gugat lagi ini tanah,” kata Camat Aleksius.

Wakapolres Manggarai, Thoby Tamonob menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada semua pihak yang telah bersama-sama memperjuangkan status tanah Polsek Lamba Leda.

“Dengan penyerahan sertifikat ini, saya ingatkan kepada aparat untuk membangun kerja sama yang mengedepankan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.



Sumber: BeritaSatu.com