Dua Buzzer Penyebar Hoax Server KPU Dibekuk Bareskrim

Dua Buzzer Penyebar Hoax Server KPU Dibekuk Bareskrim
Ilustrasi KPU ( Foto: istimewa )
Farouk Arnaz / FMB Senin, 8 April 2019 | 14:21 WIB

Jakarta, Beritasatu.com— Direktorat Siber Bareskrim Polri tak butuh lama untuk mengungkap laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang gerah dengan hoax server KPU ada di Singapura dan disetting untuk memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres Pilpres 2019.

Korps baju cokelat itu menggelar rilis khusus untuk menjelaskan duduk perkara kasus ini di Mabes Polri Senin (8/4/2019). Hadir Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, Kasubdit I Dit Siber Bareskrim Kombes Dani Kustoni, dan Komisioner KPU Ilham Saputra.

“Ini perkembangan dari laporan KPU Jumat yang lalu terkait serangan hoax yang menimpa KPU. Alhamdulillah dengan kerja yang profesional, dengan pembuktian scientific investigasi, sudah berhasil mengungkap kasus hoax server KPU dengan dua tersangka yang melakukan penyebaran,” kata Dedi.

Dua orang itu ditangkap secara terpisah di Ciracas pada Sabtu dini hari (6/4/2019) dan di Lampung. Yang di Ciracas adalah EW yang ikut dipamerkan dalam rilis, sedangkan RD, seorang ibu rumah tangga, sedang dalam pemeriksaan dan dititipkan di Polda Lampung.

“Karena kalau tidak ditangani oleh kepolisian dengan cepat ini akan mengganggu kinerja dan mendelegetimasi pemilu,” lanjut Dedi yang menambahkan polisi memburu dua pemilik akun lainnya.

EW memiliki akun Twitter @ekoboi yang terkait dengan Babe.com, yang memiliki follower cukup banyak. Sedangkan RD menggunakan akun FB dan akun Twitter. Keduanya sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat UU ITE.

Menurut Dani motif keduanya masih diselidiki. Salah satu tersangka mengaku mendapat berita dari IG dan langsung di-suspend. Ketika menyebar IG itu langsung menghilang dan mereka ini tidak saling berhubungan.



Sumber: BeritaSatu.com