Para Caleg Perkuat Saksi untuk Amankan Suara Pemilu

Para Caleg Perkuat Saksi untuk Amankan Suara Pemilu
Ilustrasi Pemilu Legislatif 2019. ( Foto: BeritaSatu Photo )
Stefi Thenu / JEM Senin, 8 April 2019 | 14:23 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Para caleg DPR maupun DPRD memperkuat peran dan kapasitas saksi untuk mengamankan suara Pemilu Legislatif 17 April mendatang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi kecurangan Pemilu yakni terjadinya manipulasi suara pemilih.

Rusmanto Budhi, caleg nomor 11 untuk DPRD Kabupaten Semarang dari PDIP mengatakan, selain menyiapkan saksi, dia juga mengerahkan relawan untuk mengawasi proses penghitungan suara.

Namun, dia meminta untuk mencegah kecurangan, kuncinya ada pada integritas penyelenggara pemilu, yakni petugas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan saksi dari parpol.

Petugas KPPS harus melaksanakan tugasnya sesuai ketentuan yang berlaku dengan tidak melakukan praktik kecurangan atau manipulasi proses ataupun hasil penghitungan suara.

"Secara pribadi, selain mengerahkan saksi, saya juga minta bantuan relawan untuk ikut mengawasi proses penghitungan suara di TPS," ujar Budhi, Senin (8/4/2019).

Politisi senior dari Golkar, Firman Soebagyo yang dihubungi SP, Senin pagi mengatakan, peran Panwas dan saksi independen sangat diperlukan, karena tidak semua caleg mampu membiayai saksi sendiri.

Untuk itu, peran maksimal dari Panwas dan saksi independen diperlukan untuk mencegah terjadinya kecurangan pemilu.

"Manipulasi suara pemilih adalah kejahatan Pemilu, maka peran Panwas dan saksi independen diperlukan untuk mencegah kecurangan. Sebab, tidak semua caleg mampu membayar saksi," ujar caleg DPR dari dapil Jateng 3 ini.

Menurut Firman, saksi sangat berperan karena tanpa tanda tangan saksi, berita acara pemilu sangat rawan disalahgunakan. Maka, jika tak ada saksi caleg, maka peran Panwas dan saksi independen diperlukan.

"Yang pasti integritas KPPS berperan penting untuk mencegah kecurangan di lapangan," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan