Polri Bekuk Pelaku Hoax KPU dalam Sehari, Apa Kabar Kasus Shambar?

Polri Bekuk Pelaku Hoax KPU dalam Sehari, Apa Kabar Kasus Shambar?
Ilustrasi anti-"hoax". ( Foto: Antara )
Farouk Arnaz / JEM Senin, 8 April 2019 | 14:40 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Direktorat Siber Bareskrim Polri hanya butuh satu hari untuk mengungkap laporan Komisi Pemilihan Umum (KPU) yang terganggu dengan info hoax server KPU ada di Singapura untuk memenangkan salah satu pasangan capres-cawapres Pilpres 2019.

Menurut polisi, penyelidikan ini dilakukan dengan cepat dengan metode scientific investigation. Polisi khawatir jika hoax ini dibiarkan berlarut-larut akan membahayakan pelaksanaan pemilu karena akan mendeligitimasi KPU.

Tapi bagaimana dengan penyelidikan kasus Alumni Shambar yang menuduh polisi sebagai buzzer untuk Jokowi-Maruf? Tidakah khawatir ini akan mendelegitimasi Polri karena banyak yang yakin tudingan itu benar?

“Itu sudah ditindak lanjuti juga. Gak bisa kita bandingkan apple to apple, semua case sudah berbeda-beda,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri Senin (9/4/2019).

Soal Alumni Shambar awalnya diungkap akun Twitter @opposite6890 yang menuduh Polri ikut berpolitik dengan mengerahkan pasukan buzzer untuk mendukung pasangan capres dan cawapres 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf) dalam Pilpres 2019.

Buzzer itu disebut saling mengikuti (follow) di media sosial, yakni di Twitter, Instagram, dan Facebook serta diorganisasi akun bernama @AlumniShambar. Akun terakhir ini - yang kini sudah hilang - cuma mengikuti satu akun saja yakni akun resmi Presiden Joko Widodo.

Hingga kini kasus ini mengambang begitu saja. Kasubdit I Dit Siber Bareskrim Kombes Dani Kustoni yang hadir dalam rilis tidak merespon saat ditanya soal pengusutan kasus Alumni Shambar.

 



Sumber: BeritaSatu.com