Tembus Harvard, Edgar Langganan Juara Olimpiade Matematika Dunia

Tembus Harvard, Edgar Langganan Juara Olimpiade Matematika Dunia
Alfian Edgar Tjandra (tengah) yang sukses diterima di Harvard University berfoto didampingi General Manager (GM) SMA Kharisma Bangsa Okan Celiker (kiri) dan Kepala sekolah SMA Kharisma Imam Husnan Nugraha. ( Foto: Suara Pembaruan / Maria Fatima Bona )
Maria Fatima Bona / IDS Senin, 8 April 2019 | 12:06 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kepala sekolah SMA Kharisma Bangsa, Imam Husnan Nugraha menjelaskan, keberhasilan Alfian Edgar Tjandra (18) atau Edgar menembus Harvard University didukung oleh berbagai unsur. Edgar merupakan salah satu siswa memiliki kemampuan akademik di atas rata-rata, khususnya di bidang matematika.

Hal ini terbukti sejak duduk di bangku sekolah dasar (SD), ia rutin mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan matematika di level internasional.

Pada 2012, Edgar meraih medali perak dalam Olimpiade Matematika dan Sains Internasional di India. Suksesnya berlanjut pada 2013 di Bulgaria dengan membawa pulang medali perak di bidang matematika. Lalu pada 2014 ia juga berhasil meraih medali perunggu di Olimpiade Sains Nasional (OSN) Matematika SMP. Pada 2017, ia menyabet medali emas OSN SMA bidang Matematika, dan pada 2015 perunggu di kejuaraan Asia Pacific Mathematics Olympiad (APMO) di Rumania.

Sementara itu, untuk dukungan dari sekolah, Imam menuturkan, SMA Kharisma Bangsa sejak awal menjadi bagian dari satuan pendidikan kerja sama (SPK). Meski masih terikat dengan kebijakan kurikulum nasional, sekolah tersebut juga mengadopsi kurikulum internasional. Salah satunya, peserta didik wajib mengikuti tes SAT (Scholastic Aptitude Test) dan tes TOEFL. Pasalnya, kedua tes ini biasa digunakan oleh institusi pendidikan terutama college dan university di Amerika dan Kanada sebagai proses seleksi mahasiswa tahun pertama.

Hasil tes SAT ini diperiksa langsung oleh educational testing service. Ada dua mata pelajaran yang diujikan dalam tes ini, yaitu kemampuan verbal (verbal skills) dan kemampuan matematika (mathematics skills). Validitas hasil ujian SAT berlangsung 5 tahun. Peserta ujian paling tidak harus memenuhi skor minimal 1600 untuk dapat masuk ke sekolah top di AS.

Oleh karena itu, semua siswa mulai dari kelas XI sudah didorong untuk ikut tes SAT. Hasil tes tersebut, nantinya bisa digunakan untuk mendaftar di sejumlah perguruan tinggi ternama di AS. Namun dia menegaskan agar bisa diterima kuliah, tidak cukup dari hasil tes SAT, tetapi juga dari penulisan esai.

“SAT pun sebetulnya belum jadi jaminan diterima. Karena di Harvard misalnya, harus dikejar lewat esai dan juga melihat keseimbangan hidup calon mahasiswa, yakni antara kehidupan akademik dan sosial,” jelasnya.



Sumber: Suara Pembaruan