Mafindo Buka Kanal Pelaporan Hoax Lewat WhatsApp

Mafindo Buka Kanal Pelaporan Hoax Lewat WhatsApp
Inisiator Mafindo, Septiaji Eko Nugroho ( Foto: Beritasatu Photo / Herman )
Herman / FER Senin, 8 April 2019 | 18:29 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Untuk membantu memudahkan masyarakat mengidentifikasi sebuah berita atau informasi yang dicurigai sebagai hoax, Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bersama WhatsApp baru saja merilis saluran telepon sebagai media pelaporan atau bertanya di nomor WhatsApp 085574676701.

Baca Juga: Mafindo Sebut Ada 997 Hoax Sepanjang 2018

Inisiator Mafindo, Septiaji Eko Nugroho menyampaikan, inisiatif yang dilakukan ini adalah yang kedua di dunia setelah India melakukannya terlebih dahulu. Tujuannya untuk memudahkan masyarakat dalam proses verifikasi informasi terhadap foto, video, teks, atau audio yang memiliki potensi misinformasi.

"Begitu cepatnya sebuah berita hoax menjadi viral biasanya karena yang menerima malas melakukan cek fakta dan langsung menyebarkan informasi tersebut. Tidak semua orang juga bisa melakukan hal itu dan memang membutuhkan waktu. Melalui layanan Whatsapp di nomor 085574676701, masyarakat bisa dengan mudah bertanya apakah informasi yang diterimanya itu hoax atau bukan," kata Septiaji Eko Nugroho, di acara diskusi publik "Lawan Hoax Demi Keutuhan Bangsa & Negara", di Jakarta, Senin (8/4/2019).

Baca Juga: Media Arus Utama Dibutuhkan untuk Verifikasi Fakta

Eko menambahkan, Mafindo memang didirikan untuk menangkal peredaran berita palsu atau hoax. Mafindo juga sudah mendapatkan sertifikat Fact-checking kelas internasional dari IFCN (International Fact-Checking Network).

"Kami adalah komunitas independen yang misinya melawan peredaran hoax dengan berjejaring dengan sekitar 300 relawan di 18 kota. Selain melakukan upaya fact-chacking, kami melakukan edukasi ke sekolah-sekolah. Kami juga menjadi salah satu mitra Facebook dalam melakukan fact-checking," terang Eko.

Baca Juga: Kalangan Pemilih Milenial Jadi Rebutan Parpol

Melalui Forum Anti Fitnah, Hasut dan Hoax di platform Facebook yang saat ini memiliki lebih dari 60.000 anggota, Eko menyampaikan masyarakat bisa saling berbagi informasi untuk meluruskan peredaran berita hoax. Ada juga situs cekfakta.com yang merupakan proyek kolaboratif pengecekan fakta yang dibangun di atas API Yudistira oleh Mafindo dan bekerja sama dengan beberapa media online yang tergabung di AJI (Aliansi Jurnalis Independen) dan AMSI (Asosiasi Media Siber Indonesia).

"Untuk pengguna Android, kami juga menyediakan aplikasi Hoax Buster Tools sebagai bantuan untuk memeriksa kebenaran suatu informasi," tambah Eko.



Sumber: BeritaSatu.com