Dirjen PAS: Data Pemilih di Lapas dan Rutas Terus Bergerak

Dirjen PAS: Data Pemilih di Lapas dan Rutas Terus Bergerak
Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly (kedua kiri) didampingi Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo (kiri), Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman (tengah), dan Ketua Ombudsman Amzulian Rifai (kedua kanan) menyaksikan perekaman data e-KTP atau KTP elektronik bagi warga binaan di Lapas Kelas IIA Narkotika Jakarta, 17 Januari 2019. Direktorat Jenderal Pemasyarakatan menyelenggarakan perekaman data dan pencetakan KTP elektronik secara serentak di Lapas dan Rutan bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) dalam rangka mensukseskan Pemilu 2019 agar warga binaan tak kehilangan hak pilihnya ( Foto: Antara / Indriarto Eko Suwarso )
Yustinus Paat / WM Senin, 8 April 2019 | 20:55 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com - Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Kementerian Hukum dan HAM (Kemkumham), Sri Puguh Budi Utami mengatakan, pihaknya terus melakukan pencatatan dan pendataan daftar pemilih di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan).

Sampai saat ini, kata Sri, ada 116.234 pemilih di dalam lapas dan rutan. Sementara itu, ada 11.511 orang pemilih di lapas dan rutan yang masuk ke dalam kategori pindahan (DPTb).

"Sampai hari ini DPT 116.234 pemilih, kemudian DPTb 11.511 pemilih," ungkap Sri, di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (8/4/2019).

Sri mengaku bahwa data pemilih di lapas dan rutan masih terus bergerak. Pasalnya, masih ada dua provinsi yakni Sulawesi Tenggara dan Papua Barat yang belum memperbarui data.

"Jadi, data ini masih terus bergerak dan bisa bertambah," katanya.

Lebih lanjut Sri mengungkapkan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) di lapas dan rutan sebanyak 542 titik. Jumlah TPS ini akan bertambah seiring adanya penambahan pemilih kategori DPTb.

"Setiap ada penambaha DPTnya, DPTb-nya, kami menganjurkan penambahan TPS," tutur dia.

Pihaknya, kata Sri, terus mendorong para pemilih di lapas dan rutan untuk terlibat dalam pesta demkrasi dengan cara menggunakan hak pilihnya.

"Dan kami sampaikan ke mereka juga sosialisasi memilih yang benar. Supaya yang mereka lakukan itu bisa ada kontribusi untuk pileg dan pilpres supaya bisa dihitung suaranya. Video sosialisi dari KPU sudah kami putarkan," jelas Sri.

Sampai saat ini, Sri mengatakan, jumlah total lapas dan rutan di Indonesia sebanyak 522 lokasi. Sementara jumlah seluruh penghuni lapas dan rutan sekitar 262 ribu orang.



Sumber: BeritaSatu.com