Terbukti Bersalah, Caleg PAN Dihukum Tiga Bulan Penjara

Terbukti Bersalah, Caleg PAN Dihukum Tiga Bulan Penjara
Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) yang dipimpin hakim hakim Chrisfajar Sosiawan membacakan putusan untuk terdakwa tindak pidana Pemilu, calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nurhasanudin dan pelaksana kampanye Syaiful Bachri di PN Jakarta, Senin (8/4/2019). ( Foto: istimewa )
Siprianus Edi Hardum / EHD Senin, 8 April 2019 | 21:16 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Calon legislatif (Caleg) DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nurhasanudin dan pelaksana kampanye Syaiful Bachri telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana pemilu. Oleh karena itu, kedua terdakwa masing-masing divonis hukuman tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta, dengan masa percobaan enam bulan.

Demikian putusan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) yang dipimpin hakim hakim Chrisfajar Sosiawan. Putusan itu dibacakan di PN Jakut, Senin (8/4/2019) malam.

Pembacaan putusan dihadiri oleh jaksa penuntut umum Erma Octora beserta kedua terdakwa didampingi penasihat hukum masing-masing.

Menurut majelis hakim, Nurhasanudin bersama Syaiful Bachri terbukti melakukan kegiatan kampanye di Musholla Qurotul' Ain RT 009/RW 003 Kelurahan Sukapura, Kecamatan Cilincing, Jakut.

Ketua Penegakkan Hukum Terpadau (Gakkumdu) Bawaslu Jakut, Benny Sabdo, mengatakan, ia menghormati putusan pengadilan.
Majelis hakim telah menyidangkan perkara ini secara maraton selama tujuh hari kerja. Bawaslu juga mengawal perkara ini untuk menegakkan keadilan pemilu.

Menurut Benny, jaksa penuntut umum hari ini menyatakan pikir-pikir. Artinya, masih ada peluang untuk melakukan upaya banding. Jaksa penuntut umum memiliki waktu tiga hari ke depan untuk mengajukan memori banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Fedrik Adhar mendakwa kedua terdakwa dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu Pasal 280 ayat (1) huruf h berbunyi, "Pelaksana, peserta, dan tim kampanye pemilu dilarang: menggunakan fasilitas pemerintah, tempat ibadah dan tempat pendidikan."

Pada Kamis (4/4/2019), Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut kedua terdakwa tiga bulan penjara dan denda Rp 10 juta rupiah.

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara (Jakut) yang dipimpin hakim hakim Chrisfajar Sosiawan membacakan putusan untuk terdakwa tindak pidana Pemilu, calon legislatif DPRD DKI Jakarta dari Partai Amanat Nasional (PAN), Nurhasanudin dan pelaksana kampanye Syaiful Bachri di PN Jakarta, Senin (8/4/2019).

 



Sumber: BeritaSatu.com