Gedung Lima Lantai Roboh di Medan

Gedung Lima Lantai Roboh di Medan
Ratusan warga mendatangi lokasi gedung yang rubuh di Jl Gagak Hitam Medan, 8 April 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Arnold Sianturi )
Arnold H Sianturi / HA Selasa, 9 April 2019 | 03:16 WIB

Medan, Beritasatu.com - Sebuah gedung yang sedang direnovasi di Jl Gagak Hitam kawasan Ringroad, persisnya di depan mall Ringroad City Walk (RCW) Medan, Sumatera Utara (Sumut), ambruk, Senin (8/4/2019).

Gedung yang rencananya dibangun lima lantai ini roboh diduga karena pondasi bangunan gedung tiga lantai dipaksa ditambah menjadi lima lantai. Kejadian ini mengakibatkan seorang warga bernama Febri Manurung (17), mengalami luka serius.

Toga Raja Manurung (75), orangtua Febri, menyampaikan anaknya menjadi korban dalam musibah itu. Saat kejadian, anaknya sedang berada di dalam kamar, persisnya di sebelah bangunan yang direnovasi.

"Febri Manurung mengalami luka serius akibat luka di punggung, kepala dan lainnya. Kami sudah melarikannya ke Rimah Sakit Advent. Tim medis masih melakukan pengobatan atas luka di tubuhnya," ujar Toga.

Kepala Kepolisian Resort Kota Besar (Kapolrestabes) Medan, Kombes Pol Dadang Hartanto, langsung turun ke lokasi kejadian begitu mendapat informasi.

"Kita langsung mengerahkan personil supaya turun ke lokasi. Kita juga mengerahkan ambulan mengantisipasi adanya korban yang tertimpa bangunan rubuh. Penyebab bangunan roboh masih diselidiki," katanya.

Menurut informasi, gedung yang sedang direnovasi itu adalah tempat usaha Big White Coffee Tea Tarik, Ayam Cabe Jogja dan Venezia Refleksi Family. Bangunan yang roboh itu juga merusak bangunan sebelahnya.

Bayu, salah seorang pengawas bangunan yang direnovasi itu menyampaikan, saat kejadian tidak ada agi pekerja yang bekerja di dalam bangunan tersebut.

"Seluruh tukang sudah pulang sore hari. Jadi, tidak ada orang yang tertimbun ambruknya bangunan yang direnovasi itu," jelas Bayu.

Bayu mengaku tidak mengetahui penyebab ambruknya gedung tersebut. Sebelumnya, gedung itu berlantai tiga dan direnovasi untuk dijadikan lima tingkat.

"Penambahan bangunan sudah selesai untuk empat lantai. Untuk lantai limanya belum ada dibangun. Sepengetahuan saya, bangunan ini kabarnya mau dijadikan lima tingkat. Saya hanya bertugas sebagai pengawas," sebutnya.

Pantauan SP, peristiwa bangunan rubuh itu menghebohkan masyarakat. Ratusan warga berduyun - duyun mendatangi lokasi kejadian. Kejadian itu juga mengakibatkan arus lalulintas di lokasi menjadi macet total.

Aparat kepolisian terlihat sibuk melakukan pengamanan dan mengatur lalulintas yang macet sejauh lima kilometer. Tidak hanya polisi, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan dinas perhubungan juga turun ke lokasi kejadian.



Sumber: Suara Pembaruan