Tanggapi Prabowo, Pimpinan KPK: Zero Tolerance terhadap Koruptor

Tanggapi Prabowo, Pimpinan KPK: Zero Tolerance terhadap Koruptor
Saut Situmorang. ( Foto: Antara )
Fana Suparman / AO Selasa, 9 April 2019 | 11:08 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang menegaskan, tak ada kata kompromi atau zero tolerance terhadap para koruptor. Hal tersebut ditegaskan Saut saat dimintai tanggapannya mengenai pernyataan capres nomor urut 02 Prabowo Subianto yang akan memberi kesempatan bertobat dan memberi pensiun kepada koruptor.

"Saya katakan kalau korupsi harus zero tolerance. Zero tolerance itu artinya tidak ada kompromi dengan koruptor karena dia extraordinary crime," tegas Saut di Gedung KPK Jakarta, Senin (8/4/2019).

Saut menyatakan, sebagai kejahatan luar biasa perlu langkah-langkah luar biasa dan inovatif dalam memberantas korupsi. Memberantas korupsi, kata Saut, tak bisa hanya melakukan penindakan terus menerus tanpa upaya pencegahan yang berkelanjutan.

"Untuk membikin negara ini benar-benar bersih yang saya katakan lagi extraordinary crime harus zero tolerance. Anda tidak boleh toleran 1 dolar pun, sedangkan KPK baru memakai undang-undang tipikor dengan undang-undang KPK juga satu miliar dan seterusnya. Korupsi itu dimulai dari Rp 1. Kamu melanggar lampu lalu lintas korupsi juga," katanya.

Untuk itu, Saut mengajak seluruh elemen mencari terobosan-terobosan baru dalam pemberantasan korupsi. "Mari kita lakukan inovasi inovasi besar yang extraordinary ever. Jangan ordinary ever. Ini kita masih ordinary ever. (UU) Tipikor kita masih kayak begitu," tegasnya.

Sebelumnya, saat berorasi dalam kampanye akbar Prabowo-Sandi di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Minggu (7/4/2019), Prabowo mengatakan akan meminta para koruptor bertobat dan mengembalikan uang negara. Dari uang korupsi yang dikembalikan itu, Prabowo menyatakan akan menyisihkan sebesar 3% atau 5% sebagai uang pensiun para koruptor.

 



Sumber: Suara Pembaruan