DKI Hemat Rp 310 Miliar berkat Lampu Hemat Energi

DKI Hemat Rp 310 Miliar berkat Lampu Hemat Energi
Perawatan penerangan jalan umum. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / AB Selasa, 9 April 2019 | 12:56 WIB

Jika manusia tidak peduli lagi terhadap lingkungan, maka dunia akan rusak. Imbasnya, manusia sendiri yang akan menerima dampaknya. Beruntung, manusia sadar, dan berlomba-lomba menciptakan karya yang ramah lingkungan. Salah satunya melalui lampu light emitting diode (LED) yang bersahabat dengan alam. Pemprov DKI Jakarta pun telah mengganti hampir semua lampu penerang jalan umum (PJU) dengan LED yang hemat energi. Pemprov DKI Jakarta bisa menghemat Rp 310 miliar per tahun untuk membayar retribusi ke PT Perusahaan Listrik Negara (PLN).

Asisten Deputi Gubernur DKI bidang Lingkungan Hidup Yuli Hartono menjelaskan, selain berdampak pada lingkungan, penggunaan lampu hemat energi juga berdampak pada penghematan biaya operasional.

"Dulu kita bayar retribusi ke PLN bisa Rp 550 miliar per tahun, sekarang hanya Rp 240 miliar," papar Yuli.

Yuli menjelaskan upaya penghematan energi itu sudah dilakukan secara berkelanjutan. Hal itu makin diperkuat dengan pelaksanaan Earth Hour setiap tahun. Pemprov DKI sudah berkomitmen untuk menjaga lingkungan dan hemat energi.

Apabila menengok ke belakang, untuk menghemat energi listrik, sejak 2009, Pemprov DKI mulai mengganti PJU. Dari awalnya menggunakan lampu berjenis high pressure sodium (HPS) yang tidak hemat listrik diganti dengan lampu LED yang tidak boros listrik.

Hingga saat ini, sudah ada 236.495 lampu PJU di seluruh wilayah DKI Jakarta yang diganti dengan LED smart system.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI, Ricki Marojahan mengatakan, penerapan lampu hemat energi (LHE) telah dilakukan sejak 2009. Lampu PJU di seluruh wilayah DKI diganti dengan jenis lampu LED dan low voltage discharge (LVD) atau lampu induksi.

“Pada 2013, kita secara bertahap mengimplementasikan penggantian lampu PJU dengan lampu LED,” kata Ricki kepada Beritasatu.com, Jumat (29/3/2019).

Tidak berhenti di situ, lanjutnya, untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan mengikuti perkembangan teknologi terkini, maka pihaknya mulai menggantikan lampu PJU dengan menggunakan LED smart system.

Oleh karena itu, sejak 2016 hingga sekarang, DPE DKI telah melakukan penggantian dan pemasangan baru lampu LED smart system di 236.495 titik lampu PJU. Lampu jenis ini diyakininya dapat menghemat, tidak hanya daya listrik, juga dapat mengurangi emisi karbon dioksida.

"Tentu saja, adanya penghematan pembayaran tagihan listrik yang harus kami bayarkan setiap tahun,” ujar Ricki.



Sumber: BeritaSatu.com