DKI Butuh 312.000 Lampu Penerangan Jalan

DKI Butuh 312.000 Lampu Penerangan Jalan
Perawatan penerangan jalan umum. ( Foto: Antara )
Lenny Tristia Tambun / Bernadus Wijayaka / AB Selasa, 9 April 2019 | 12:59 WIB

Pada 2018, total jumlah lampu penerangan jalan umum (PJU) di DKI Jakarta mencapai 256.891 titik. Dari jumlah tersebut, yang sudah diganti dengan lampu hemat energi (LHE) jenis LED smart system mencapai 236.495 titik atau 92% dari total lampu PJU yang ada saat ini.

Menurut Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perindustrian dan Energi (DPE) DKI, Ricki Marojahan, masih ada 4.104 titik lampu PJU yang menggunakan jenis lampu HPS. Di samping itu, ada 16.292 lampu PJU yang menggunakan lampu light emitting diode (LED). Namun, secara bertahap lampu LED akan diganti ke jenis lampu LED smart system. Agar Kota Jakarta terang benderang pada malam hari dan mencegah terjadinya kriminalitas, DKI membutuhkan 312.000 lampu PJU atau masih kurang 55.109 titik lampu.

Menurut Ricki Marojahan, hingga 2018 lalu, total jumlah lampu PJU yang sudah terpasang di lima wilayah DKI Jakarta mencapai 256.891 titik. “Baru 92% yang sudah menggunakan lampu hemat energi, yakni LED smart system,” kata Ricki.

Di Jakarta Pusat, ada 31.415 titik lampu PJU yang sudah menggunakan LED, di Jakarta Selatan sebanyak 58.811 titik lampu, Jakarta Barat mempunyai 53.606 titik lampu, Jakarta Timur terpasang 72.289 lampu, dan Jakarta Utara sebanyak 40.770 titik.
Dari jumlah tersebut, lanjutnya, masih ada kekurangan 55.109 titik lampu PJU di lima wilayah DKI Jakarta. Kekurangan itu akan diselesaikan secara bertahap hingga nantinya mencapai angka ideal.

Untuk tahun ini, DPE DKI telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan peningkatan kualitas pencahayaan kota di lima kota DKI Jakarta. Direncanakan, dibangun 3.605 titik lampu PJU dengan anggaran Rp 116,5 miliar. Anggaran ini telah dialokasikan dalam APBD DKI 2019.

Berdasarkan portal resmi DKI Jakarta, apbd.jakarta.go.id, alokasi anggaran pembangunan dan peningkatan kualitas pencahayaan kota ada di Jakarta Selatan, akan dibangun 1.063 titik lampu PJU dengan total anggaran sebesar Rp 37,8 miliar.
Titik-titik lampu yang akan dibangun itu, antara lain di jalur pedestrian Kebayoran Baru sebanyak 115 unit dengan anggaran sebesar Rp 4,1 miliar dan di Jalan Iskandar Muda sebanyak 134 unit sebesar Rp 4,8 miliar.

Untuk wilayah Jakarta Timur, akan dibangun 641 unit lampu PJU dengan anggaran sebesar Rp 21,3 miliar. Rencananya, antara lain dibangun di jalur pedestrian Jalan Dr Soemarno 77 titik sebesar Rp 1,8 miliar dan jalur pedestrian di Jalan I Gusti Ngurah Rai 64 unit sebesar Rp 1,5 miliar.

Di Jakarta Utara akan dibangun 598 unit lampu PJU dengan alokasi anggaran sebesar Rp 9,8 miliar, di antaranya jalur pedestrian Jakarta Utara zona 1 sebanyak 53 titik senilai Rp 1,2 miliar; dan jalur pedestrian Jakarta Utara zona 3 sebanyak 246 titik senilai Rp 8,5 milar.

Di Jakarta Pusat, akan dibangun 553 unit dengan anggaran Rp 21,6 miliar, antara lain di jalur pedestrian Jalan KH Wahid Hasyim sebanyak 138 titik sebesar Rp 4 miliar dan jalur pedestrian di kawasan Tanah Abang sebanyak 153 titik sebesar Rp 5,3 miliar.

Adapun di Jakarta Barat, akan dibangun 552 titik lampu PJU dengan anggaran Rp 19,1 miliar, antara lain di jalur pedestrian Jalan Daan Mogor ada 91 unit senilai Rp 2,2 miliar dan jalur pedestrian di Jalan Raya Pos Pengumben-Jalan Raya Joglo ada 219 unit senlai Rp 7,8 miliar.

Tempat Ibadah
Pembangunan dan peningkatan kualitas pencahayaan kota juga dilakukan di tempat-tempat ibadah yang berada di empat wilayah DKI Jakarta. Total jumlah yang akan dibangun sebanyak 198 titik lampu PJU dengan alokasi anggaran Rp 6,9 miliar. Perinciannya, di Jakarta ada 46 titik lampu senilai Rp 1,1 miliar; Jakarta Pusat ada 39 titik lampu sebesar Rp 980,5 juta; Jakarta Selatan ada 68 titik sebanyak Rp 1,7 miliar, dan Jakarta Timur ada 45 titik senilai Rp 1,1 miliar.

Jika semua PJU di Jakarta diganti dengan lampu LED smart system, maka Jakarta akan makin ramah lingkungan dan hemat pengeluaran.

Sebenarnya, apa kehebatan lampu LED? Dirangkum dari berbagai sumber, ada beberapa kehebatan dan juga keuntungan menggukan lampu ini. Pertama, LED lebih hemat energi. Dengan lampu ini, maka pengguna tidak akan pusing memikirkan tagihan listrik. Lampu ini memiliki daya pemakaian listrik yang sangat kecil, tetapi sangat terang. Ukuran watt boleh kecil, tetapi daya sinarnya tetap besar.

Kedua, daya tahan yang lama. Lampu LED cukup tahan lama sehingga pengguna tidak harus sering mengganti lampu. Jika lampu pijar hanya tahan 1.000 jam, maka LED bisa bertahan hingga 50.000 jam.

Ketiga, cahaya lampu LED tidak panas. Kelebihan lain adalah cahaya yang dihasilkannya tidak panas. Berarti, ruangan di rumah Anda tidak akan lebih panas.

Keempat, cahaya lampu LED tidak mengandung sinar ultraviolet (UV). Sinar UV dapat merusak mata dan kulit.
Kelima, lampu LED lebih ramah lingkungan karena tidak mengandung mercury. Zat merkuri dapat merusak lapisan ozon dan mengganggu kesehatan manusia. Namun, ada kekurangan dari LED, yakni lebih mahal dari lampu pijar.



Sumber: Beritasatu.com, Suara Pembaruan