Perpusnas Akan Memusnahkan 309 Mililiter Arsip

Perpusnas Akan Memusnahkan 309 Mililiter Arsip
Kepala Perpusnas Muhammad Syarif Bando, melakukan simbolisasi pemusnahan arsip yang berlangsung di Jakarta, Senin 8 April 2019. ( Foto: istimewa )
Dina Fitri Anisa / EAS Selasa, 9 April 2019 | 14:45 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sebanyak 309 mililiter arsip milik Perpustakaan Nasional (perpusnas)akan dimusnahkan pada 22 April 2019. Pemusnahan secara simbolis sebelumnya sudah dilakukan oleh Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, didampingi Deputi, Inspektur, Kepala Biro Umum, Kasubdit Akuisisi Arsip I dari Arsip Nasional RI (ANRI), dan arsiparis, di Jakarta, Senin, (8/4/2019).

Dalam laporannya, Kepala Biro Umum Perpusnas, Joko Budi Santoso mengatakan pemusnahan arsip baru pertama kali dilaksanakan. Arsip yang dimusnahkan meliputi arsip keuangan (periode 1981-2009 ), arsip hukum dan humas (periode 1994- 2008), dan sebagian arsip kepegawaian.

"Kami berinisiatif melaksanakan acara pemusnahan arsip secara simbolis dengan maksud mengabadikan momen perdana dan bersejarah ini. Ini sekaligus menjadi awal terselenggaranya kegiatan pemusnahan berikutnya yang lebih terencana, sistematis dan berkesinambungan,” ungkap Joko.

Joko menjelaskan, pelaksanaan pemusnahan arsip secaramenyeluruh akan berlangsung pada 22 April di Gudang Arsip Indoarsip, Karawang. Perlu diketahui pemusnahan merupakan salah satu kegiatan penyusutan arsip sebagaimana diatur dalam UU Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan dan juga Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2012 tentang Pelaksanaan, dan UU Nomor 43 tentang Kearsipan.

Kasubdit Akuisisi Arsip I ANRI, Tato Pujiarto juga mengatakan, pemusnahan arsip sudah menjadi kebutuhan setiap lembaga karena sudah ada UU Kearsipan yang mengatur mekanisme pemusnahan arsip. Sejatinya pemusnahan arsip tidak hanya menghilangkan, tetapi dengan cara tersebut maka arsip lainnya bisa terselamatkan sehingga berguna bagi efisiensi dan efektivitas ruangan penyimpanan arsip.

"Pemusnahan arsip ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh Perpustakaan Nasional dan pemusnahan arsip di lingkungan Perpustakaan Nasional sudah melalui prosedur UU Kearsipan," terangnya.

Sementara itu, Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando, mengatakan, saat ini Perpusnas terus menyempurnakan aturan (regulasi) perihal kearsipan.

"Perpustakaan maupun arsip sama pentingnya, tentu saja pada porsinya masing-masing. Arsip yang dikelola dengan baik menjadi indikator suksesnya sebuah manajemen kepemimpinan. Arsip yang tertata dengan baik juga berperan dalam mewujudkan akuntabilitas lembaga,  kata Syarif Bando. 



Sumber: BeritaSatu.com