Jadi Tahanan Kota Tidak Dikabulkan Hakim, Ratna Pasrah

Jadi Tahanan Kota Tidak Dikabulkan Hakim, Ratna Pasrah
Ratna Sarumpaet ( Foto: ANTARA FOTO / Aprillio Akbar )
Bayu Marhaenjati / JAS Selasa, 9 April 2019 | 15:10 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, kembali menolak permohonan pengalihan status tahanan terdakwa Ratna Sarumpaet menjadi tahanan kota.

"JPU menyatakan keberatan mengingat proses persidangan. Sedangkan majelis setelah bermusyawarah belum dapat mengabulkan permohonan penasihat hukum terdakwa," ujar Ketua Majelis Hakim Joni, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (9/4/2019).

Merespons hal itu, Ratna mengaku, pasrah atas keputusan hakim yang tidak mengabulkan permohonan pengalihan status penahanannya.

"Ya sudah nasib mau bagaimana lagi. Insyaallah ya (ajukan permohonan lagi), kan masih ada Kamis," ungkap Ratna.

Sementara itu, penasihat hukum Ratna, Insank Nasruddin mengatakan, penolakan permohonan pengalihan status tahanan kliennya merupakan wewenang majelis hakim.

"Ya itu sah-sah saja dengan penolakan itu. Itu kewenangan dari yang mulia majelis, hanya yang sedikit janggal buat kami ketika yang mulia majelis bertanya dengan JPU. Karena berdasarkan KUHAP penahanan yang dilakukan di pengadilan itu sepenuhnya kewenangan majelis hakim," kata Insank.

Menyoal apakah keputusan hakim menolak bertentangan dengan KUHAP, Insank menyampaikan tidak. Kemungkinan, majelis hakim menanyakan kepada JPU terkait pengalihan status tahanan dalam sisi meminta masukan untuk dijadikan pertimbangan.

"Nggak, nggak juga. Artinya ini memang kewenangan. Ini mungkin memang melihat dari beberapa pihak dijadikan bahan pertimbangan saja untuk mengambil keputusannya. Mungkin majelis hakim mau melihat dari beberapa pihak dijadikan bahan pertimbangan saja untuk mengambil keputusannya," jelasnya.

Menurutnya, hakim belum memberikan kejelasan mengapa belum dapat mengabulkan permohonan pengalihan status penahanan.

"Alasan ditolaknya itu kan tidak disampaikan, hanya dikatakan belum dapat diterima. Kita juga mau menjelaskan bahwa belum dapat diterima dan ditolak adalah dua makna yang berbeda. Bisa saja disidang berikutnya diterima, kan begitu. Kalau ditolak ya sudah berarti tidak bisa diterima lagi. Tapi kalau belum dapat diterima, bisa saja bisa diterima, kita tunggu saja," tandasnya.

Sebelumnya, terdakwa Ratna Sarumpaet, untuk kedua kalinya mengajukan permohonan pengalihan status tahanan negara menjadi tahanan kota atau rumah, kepada majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (26/3) lalu. Dalam surat permohonan itu tercatat sebagai penjamin adalah politisi Fahri Hamzah.



Sumber: BeritaSatu.com