Prajurit TNI Lumpuhkan Teroris di Hotel Mercure Ancol

Prajurit TNI Lumpuhkan Teroris di Hotel Mercure Ancol
Prajurit TNI melakukan latihan penanggulangan terorisme Satgultor pada Selasa (9/4/2019) di area venue Jet Ski dan Hotel Mercure, Taman Impian Jaya Ancol, Jakarta Utara ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / WBP Selasa, 9 April 2019 | 15:17 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ratusan personel prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat (AD), Angkatan Laut (AL), Angkatan Udara (AU) melaksanakan simulasi melumpuhkan kelompok teroris di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Selasa (9/4/2019).

Berdasarkan pantauan Beritasatu.com di lapangan, operasi latihan itu diawali dengan kelompok foreign terorist fighter melaksanakan sabotase pada rapat koordinasi pemerintah. Mereka mengendalikan area sekitar Hotel Mercure dan sejumlah sandera. Pihak TNI melalui Badan Intelijen Strategis (Bais) melakukan pengendalian situasi menggunakan soft power approach. Hal ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi pasukan Satgultor TNI menyiapkan personel dalam operasi rapid response crisis action planning.

Operasi pembebasan sandera dimulai dengan anggota sniper Denjaka yang melumpuhkan kelompok teroris di area pantai. Di saat bersamaan Kopaska melumpuhkan teroris yang berjaga di roof top hotel dengan jarak 300 meter. Operasi dilanjutkan dengan dua unit motorized special action unit dari Sat 81 Gultor Kopassus dan Sat Bravo Korpaskhas menerobos ke depan lobi Hotel Mercure dan melumpuhkan teroris yang sedang berjaga.

Kemudian pasukan surface insertion special action unit dari Denjaka melaksanakan infiltrasi dari laut menggunakan empat sea rider dan lima unit jet ski dengan kecepatan tinggi menuju bagian belakang pantai Hotel Mercure untuk membebaskan sandera yang ditahan di bangunan venue jet ski.

Sementra dua helikopter muncul di bagian roof top Hotel Mercure dan pasukan Sat 81 Gultor Kopassus dan Sat Bravo Korpaskhas melakukan fastroping menggunakan teknik rappelling dan breaching untuk membebaskan sandera di dalam kamar hotel secara cepat, tepat, dan efektif.

Melihat serangan sporadis anggota TNI, para teroris panik dan berpencar. Salah satunya berlari ke arah pantai, namun berhasil dikejar seorang motoris bersama unit K9 Tim Cakra Sat 81 Kopassus. Sejumlah teroris juga diamankan di area parkir kendaraan hotel.

Adapun dalam proses evakuasi sandera dengan satu helikopter menggunakan metode suspension tactical airbone operation untuk menuju safe house.

Selanjutnya, prajurit TNI dari satuan Jihandak melakukan explosive ordnance clearing di seluruh area hotel dengan perlengkapan bomb detector, bomb suit, dan bomb distruct.

Setelah seluruh proses pengamanan berhasil dilakukan, pihak TNI menyerahkan para teroris ke pihak kepolisian.

 



Sumber: BeritaSatu.com