700 Napi di Bogor Siap Gunakan Hak Pilihnya

700 Napi di Bogor Siap Gunakan Hak Pilihnya
Ilustrasi kotak suara di Panitia Pemungutan Suara (PPS). ( Foto: Beritasatu.com / Salman Achmad )
/ WIN Selasa, 9 April 2019 | 19:54 WIB

Bogor,Beritasatu.com - 700 narapidana di Kota Bogor, Jawa Barat siap menggunakan hak pilihnya pada Pemilu yang diselenggarakan pada (17/4/2019) mendatang. Ratusan napi ini akan mencoblos surat suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang sediakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor di Lapas Paledang Bogor.

"Ini upaya KPU Kota Bogor melindungi hak pilih setiap Warga Negara Indonesia (WNI) khususnya yang sudah terdaftar sebagai pemilih tetap, agar tetap bisa nyoblos pada Rabu 17 April 2019," kata Komisioner KPU Kota Bogor Dian Askhabul Yamin, usaI sosialisasi Pemilu 2019 di Lapas Paledang Bogor, Selasa (9/4/2019).

Ia mengatakan mayoritas narapidana di Lapas Paledang berdomisili di Kota Bogor. Khusus bagi mereka yang berdomisili di luar Kota Bogor wajib menyertakan formulir A5 sebagai syarat pindah TPS.

Namun, Dian mengatakan mereka hanya diperkenan untuk memilih lembar kertas suara pemilihan presiden dan wakil presiden, serta lembar kertas pemilihan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) khusus yang berdomisili di Provinsi Jawa Barat.

Sedangkan bagi narapidana yang berdomisili di luar provinsi Jawa Barat hanya diperkenankan memilih lembar kertas pemilihan presiden dan wakil presiden.

Dian menjelaskan, mengingat lokasi Lapas Paledang berada di Daerah Pemilihan (Dapil 1), yakni Kecamatan Bogor Tengah dan Kecamatan Bogor Timur, maka pihaknya mengupayakan agar narapidana yang berdomisili sama bisa juga mencoblos lembar kertas suara pemilihan DPRD dan DPR RI.

"Memang karena basis Pemilu 2019 ini berbasis domisili, kami melakukan inventarisasi berapa warga yang berasal dari Kecamatan Bogor Tengah dan Bogor Timur," kata Dian.

Sementara itu, Kepala Lapas Paledang Kelas IIA Bogor Teguh Wibowo di tempat yang sama menjelaskan, secara keseluruhan narapidana yang masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) berjumlah 966 pemilih, namun baru 700 pemilih yang terdaftar, sedangkan sisanya 266 narapidana belum terdaftar.

"Sisanya menunggu A5 dan sebagainya. Ini silih berganti (narapidana) di Lapas. Ada yang bebas ada yang masuk. Kita terus berkoordinasi dengan KPU," ujarnya kepada wartawan.



Sumber: ANTARA